SABTU, 3 OKTOBER 2026

Home  ›  Internasional  ›  Bersatu Demi 31 Ton Emas: Venezuela Lawan Bank of...

Internasional

Bersatu Demi 31 Ton Emas: Venezuela Lawan Bank of England dari Satu Meja

Pemerintah sementara dan oposisi Venezuela menyepakati kerja sama mengupayakan penarikan 31 ton cadangan emas senilai 4 miliar dolar AS yang tertahan di London sejak 2018, untuk mendanai rekonstruksi pascagempa yang menewaskan lebih dari 6.000 jiwa.

Venezuela menuntut agar Inggris mengembalikan 31 ton emas.

Delapan tahun bukan waktu yang singkat untuk menunggu uang sendiri. Itulah yang dialami Venezuela, yang kini akhirnya bergerak maju dengan langkah yang agaknya tidak terbayangkan sebelumnya: pemerintah sementara dan oposisi duduk di satu meja demi mengejar 31 ton emas senilai sekitar 4 miliar dolar AS yang sudah lama terkunci di brankas Bank of England.

Kesepakatan ini diumumkan pertengahan Agustus 2026, hasil perundingan dua pekan yang dimediasi Amerika Serikat. Pencetusnya bukan manuver politik biasa. Gempa bumi dahsyat pada Juni lalu menewaskan lebih dari 6.300 jiwa dan memorak-porandakan permukiman, fasilitas kesehatan, sekolah, hingga jaringan listrik di sejumlah wilayah.

Dana emas itu, jika berhasil dicairkan, rencananya dialirkan khusus untuk rekonstruksi pascabencana. Jorge Rodriguez, Kepala Majelis Nasional Venezuela, menegaskan komitmen bersama kedua kubu: "Kami akan memusatkan upaya untuk mendorong pemulihan aset internasional Venezuela di Bank of England." Ramón López, Anggota Parlemen dari Majelis Nasional 2015, menekankan bahwa mekanisme pengendalian ketat sudah disiapkan. "Pelepasan aset 31 ton emas itu akan bergantung pada semua mekanisme perencanaan dan pengendalian yang diperlukan, di bawah rencana yang berfokus pada perumahan, pusat kesehatan, dan sekolah di wilayah-wilayah terdampak," ujarnya.

Tapi prosesnya tidak semudah itu. Inggris bersikukuh bahwa pelepasan emas hanya bisa terjadi lewat putusan pengadilan, bukan keputusan politik. Akar masalahnya kembali ke 2018, saat London berhenti mengakui legitimasi pemerintahan Nicolas Maduro dan sekaligus membekukan akses Venezuela atas cadangan internasionalnya. Situasi makin pelik setelah Maduro ditangkap otoritas AS pada Januari 2026, meninggalkan Penjabat Presiden Delcy Rodríguez yang bahkan sudah bersurat ke Raja Charles III. Bank of England tetap bungkam.

Dari sinilah kalkulasi kesatuan itu lahir. Konsensus antara pemerintah sementara dan oposisi, yang melibatkan Rodriguez dari kubu pemerintah dan Dinorah Figuera dari blok oposisi, dirancang justru untuk memperkuat posisi tawar di pengadilan Inggris. Kedua pihak sepakat membentuk mekanisme transparansi dan audit independen, termasuk pengawasan lewat rekening yang dikelola Departemen Keuangan AS. Selain urusan emas, putaran dialog ini juga menghasilkan kesepakatan soal reformasi peradilan, termasuk revisi ketentuan dasar mengenai Mahkamah Agung Venezuela.

Latar belakang ekonominya bikin angka-angka di atas terasa lebih berat. Inflasi bulanan Venezuela tembus 19,9 persen pada Juli 2026, tergerus lebih jauh oleh kacaunya jalur distribusi barang pascagempa. Secara tahunan, inflasi menembus 575,9 persen. Angka yang sulit dibayangkan.

Bola sekarang ada di tangan pengadilan Inggris. Apakah kesatuan langka antara Caracas dan oposisinya cukup untuk meyakinkan hakim di London? Bisa jadi. Tapi selama Bank of England belum bersuara, semuanya masih tanda tanya.