SELASA, 29 SEPTEMBER 2026

Home  ›  Finansial  ›  BEI Pasang Target Market Cap Rp30.000 Triliun dan...

Finansial

BEI Pasang Target Market Cap Rp30.000 Triliun dan 1.100 Emiten pada 2030

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mematok target ambisius: kapitalisasi pasar Rp30.000 triliun, 35 juta investor, dan lebih dari 1.100 emiten baru pada 2030, sekaligus mendorong bursa masuk 10 besar dunia.

Bos Bursa Pasang Target 1.100 Emiten Baru

Angka Rp30.000 triliun itu bukan salah ketik. Itulah target kapitalisasi pasar yang dipatok Bursa Efek Indonesia untuk dicapai pada 2030, diumumkan langsung oleh Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang digelar secara virtual, Senin (29/6/2026).

Jeffrey merinci empat target utama periode 2026-2030: kapitalisasi pasar Rp30.000 triliun, rata-rata nilai transaksi harian Rp31 triliun, jumlah perusahaan tercatat lebih dari 1.100 emiten, dan jumlah investor pasar modal yang menembus 35 juta. Sebagai pembanding, market cap bursa Indonesia saat ini masih jauh di bawah angka tersebut. Sinyal bahwa manajemen baru BEI ingin bermain di liga berbeda, agaknya.

"Target kapitalisasi pasar menjadi Rp30.000 triliun, yang kedua target rata-rata nilai transaksi harian mencapai Rp31 triliun," ungkap Jeffrey. Dia menambahkan, rasio market cap terhadap PDB ditargetkan di atas 83%, sebuah lompatan yang berarti kedalaman pasar modal Indonesia harus tumbuh jauh melampaui ekspansi ekonomi nasional itu sendiri.

Target 1.100 emiten yang paling menarik dicermati. Saat ini jumlah perusahaan tercatat di BEI berada di kisaran 900-an, artinya bursa perlu menambah ratusan emiten baru dalam waktu empat tahun. Laju IPO yang selama ini naik-turun mengikuti sentimen pasar akan jadi ujian nyata: apakah angka ini bisa dikejar, atau sekadar jadi pajangan di atas kertas.

Peringkat 19 dunia untuk kapitalisasi pasar, peringkat 17 untuk nilai transaksi. Jeffrey tidak menyembunyikan posisi BEI hari ini, dan justru menjadikannya pijakan. Target jangka panjangnya: masuk 10 besar dunia di kedua kategori itu. Bukan main.

"Visi dari Bursa Efek Indonesia tetap sama yaitu menjadi bursa yang kompetitif dengan kredibilitas tingkat dunia," tegasnya. Kalimat yang terdengar familier di setiap RUPST. Bedanya kali ini ada angka-angka konkret yang menyertainya, cukup untuk memberi peta jalan bagi pelaku pasar menilai apakah ini keseriusan nyata atau ritual tahunan yang biasa.

Bagi investor ritel, target 35 juta investor pada 2030 paling relevan dipikirkan. Kalau BEI berhasil, likuiditas pasar akan jauh lebih dalam, spread lebih ketat, dan dominasi segelintir pemain besar bisa sedikit teredam. Pertanyaannya tinggal satu: instrumen dan literasi keuangan seperti apa yang disiapkan untuk menarik puluhan juta orang baru masuk ke pasar?