Saham BEEF sudah amblas 64,91% sejak awal tahun, dan manajemen rupanya sudah cukup muak melihatnya. PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF), emiten di sektor pembibitan dan budidaya sapi potong, resmi mengumumkan rencana buyback saham senilai hingga Rp100 miliar, berlaku mulai 19 Mei 2026 sampai 18 Mei 2027.
Jumlah saham yang dibidik sekitar 333,33 juta lembar, setara 4,10% dari total saham yang beredar, dengan batas harga maksimal Rp300,60 per lembar. Mengingat saham BEEF hari ini diperdagangkan di kisaran Rp160, selisih antara harga pasar dan batas atas buyback itu lumayan menggiurkan, sekitar 87,5% bagi siapa saja yang berhasil beli di level sekarang. Itu pun kalau harga benar-benar naik ke sana.
Manajemen tidak basa-basi dalam keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia. Mereka secara eksplisit menyebut harga saham BEEF belum mencerminkan nilai wajar berdasarkan kinerja perusahaan. Kalimat yang familiar di setiap pengumuman buyback, memang, tapi jarang datang ketika diskon harga sudah sedalam ini. Sepanjang tahun berjalan, BEEF sempat menyentuh level tertinggi di Rp468 sebelum tergelincir ke titik terendah Rp157.
Soal pendanaan, manajemen menegaskan seluruh anggaran buyback berasal dari kas internal, bukan dari dana IPO maupun pinjaman dalam bentuk apapun. "Pembiayaan atas pembelian kembali saham tidak akan berdampak signifikan pada penurunan pendapatan Perseroan, dikarenakan sampai saat ini Perseroan masih memiliki modal kerja dan arus kas yang memadai untuk operasional," tulis manajemen BEEF dalam keterbukaan informasi ke BEI.
Klaim itu ada baiknya ditilik sebentar. Per 31 Maret 2026, kas dan bank BEEF tercatat Rp17,09 miliar, separuh lebih dari posisi setahun sebelumnya yang sebesar Rp32,53 miliar. Pendapatan kuartal pertama 2026 turun menjadi Rp1,27 triliun, laba bersih menyusut ke Rp21 miliar. Total aset tergerus dari Rp2,36 triliun menjadi Rp2,20 triliun, dengan liabilitas masih berdiri di Rp1,79 triliun dan ekuitas Rp412 miliar. Dana buyback Rp100 miliar itu hampir enam kali lipat posisi kas yang dilaporkan. Bukan angka yang main-main.
Untuk eksekusi, BEEF menunjuk BCA Sekuritas sebagai perantara di BEI. Saham hasil buyback akan disimpan sebagai saham treasuri dan baru bisa dialihkan setelah 30 hari, entah dijual kembali di pasar atau digunakan sebagai mekanisme pengurangan modal. Periode buyback bisa dihentikan lebih awal jika target jumlah saham sudah terpenuhi atau anggaran sudah habis terserap.
Buyback memang lazim dibaca pasar sebagai sinyal bahwa manajemen yakin harga sahamnya kemurahan. Pertanyaannya, dari mana uangnya kalau kas internal saja sudah setipis ini? Keyakinan manajemen perlu diuji oleh angka kinerja nyata, bukan sekadar aksi korporasi yang tertera di lembaran keterbukaan informasi.