KAMIS, 24 SEPTEMBER 2026

Home  ›  Finansial  ›  BCA Teratas, 18 Bank Indonesia Masuk Daftar World'...

Finansial

BCA Teratas, 18 Bank Indonesia Masuk Daftar World's Best Banks 2026 Versi Forbes

PT Bank Central Asia Tbk kembali dinobatkan sebagai bank terbaik Indonesia dalam World's Best Banks 2026 versi Forbes dan Statista. Total 18 bank asal Indonesia masuk daftar, dari bank syariah hingga bank digital.

BCA Pertahankan Predikat Bank Terbaik Indonesia versi Forbes 2026

Delapan tahun berturut-turut. Nama PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) tidak pernah absen dari posisi teratas kategori Indonesia dalam daftar World's Best Banks versi Forbes, dan edisi 2026 tidak mengubah tren itu.

Forbes menyusun daftar ini bersama perusahaan riset pasar Statista, lewat survei terhadap lebih dari 54.000 responden di 34 negara dalam 17 bahasa, berlangsung dari Oktober hingga November 2025. Responden diminta menilai bank tempat mereka menyimpan uang, atau yang pernah mereka gunakan dalam tiga tahun terakhir, berdasarkan lima aspek: kepercayaan terhadap stabilitas keuangan, syarat dan ketentuan layanan, kualitas layanan pelanggan, kemudahan layanan digital, serta kualitas nasihat keuangan.

Faktor kepercayaan tetap jadi yang paling menentukan. Bukan fitur, bukan bunga.

Secara global, 410 bank masuk daftar tahun ini. Dari jumlah itu, 311 nama berhasil mempertahankan predikat dari tahun sebelumnya, termasuk BCA.

Dari Indonesia, 18 bank masuk jajaran tersebut. Tidak semua nama besar. Justru yang menarik, bank daerah dan bank digital kini bersanding di meja yang sama dengan raksasa perbankan nasional: Bank Aceh, Bank Raya Indonesia, BCA Syariah, Line Bank, dan SeaBank Indonesia muncul di antara deretan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), Bank Muamalat, CIMB Niaga, dan Bank Permata. Sinyal yang, agaknya, tidak bisa diabaikan begitu saja oleh pelaku industri.

"Penghargaan ini kami dedikasikan kepada para nasabah setia yang sudah menemani perjalanan BCA serta memercayakan BCA sebagai layanan perbankan. Kami juga berterima kasih kepada insan BCA atas semangat dan komitmen memberikan layanan yang terbaik. Pencapaian ini menjadi motivasi kami untuk terus membuat inovasi layanan perbankan berkualitas, serta memberikan nilai tambah kepada nasabah dan masyarakat Indonesia," kata Presiden Direktur BCA Hendra Lembong dalam keterangan pers, Minggu (10/5/2026).

Bukan sekadar piagam. Angka-angka BCA per Maret 2026 bicara lebih keras. Total kredit tumbuh 5,6% secara tahunan, menyentuh Rp994 triliun, dengan kredit produktif mendominasi di angka Rp760,2 triliun atau tumbuh 7,8% year-on-year. Dana giro dan tabungan (CASA) menembus Rp1.089 triliun, tumbuh 11,2% YoY, dan porsinya mendominasi 85,2% dari total Dana Pihak Ketiga. Laba bersih konsolidasi mencapai Rp14,7 triliun hanya dalam satu kuartal pertama.

Tidak main-main.

Pertumbuhan kredit berkelanjutan BCA naik 10,0% YoY menjadi Rp258,4 triliun, mencakup 26,0% dari total portofolio. Kredit hijau tumbuh 7,7% YoY ke Rp113 triliun, sebagian didorong pembiayaan ke sektor Energi Baru dan Terbarukan yang melonjak 53,5% YoY. Kredit UMKM tumbuh 12% YoY dengan outstanding Rp146 triliun.

Pertanyaannya, apakah konsistensi ini bisa bertahan satu atau dua siklus ke depan? Tidak ada yang tahu pasti. Tapi untuk investor yang memegang saham sektor perbankan, delapan tahun berturut-turut masuk daftar yang sama bukan angka yang bisa dilewatkan begitu saja, entah kebetulan atau tidak.