KAMIS, 15 OKTOBER 2026

Home  ›  Internasional  ›  Banjir Bandang Grand Canyon: 15 Hilang, 62 Dievaku...

Internasional

Banjir Bandang Grand Canyon: 15 Hilang, 62 Dievakuasi Helikopter

Banjir bandang menerjang Taman Nasional Grand Canyon pada Sabtu sore, menghanyutkan jembatan pejalan kaki, merusak pipa air utama, dan memaksa 62 orang dievakuasi via helikopter sementara 15 pendaki masih belum ditemukan.

Banjir Bandang Terjang Grand Canyon, 15 Orang Hilang

Sekitar pukul 14.30 waktu setempat pada Sabtu (29/8/2026), Bright Angel Creek meluap setelah hujan deras mengguyur Dataran Tinggi Kaibab, memicu banjir bandang yang menerjang kawasan Bright Angel Canyon dan Phantom Ranch di Taman Nasional Grand Canyon, Arizona. Air berlumpur bercampur kayu gelondongan, batu besar, dan material lain melibas jembatan pejalan kaki, mengubah bentuk dasar sungai, dan menciptakan jeram baru menuju Sungai Colorado.

Hingga Minggu (30/8) pagi, sebanyak 62 orang berhasil dievakuasi menggunakan helikopter dari dasar ngarai. Masih 15 orang belum diketahui keberadaannya, menjadi prioritas pencarian Dinas Taman Nasional AS (NPS) bersama otoritas Arizona. Angka ini sempat lebih tinggi: siaran pers awal NPS mencatat lebih dari 20 orang hilang atau belum terdata. Pihak berwenang mengimbau siapa saja yang tahu keberadaan pendaki di koridor Bright Angel Creek pada Sabtu lalu untuk segera melapor.

National Weather Service mencatat sekitar 1,3 hingga 2,5 sentimeter hujan jatuh hanya dalam 30 menit di kawasan berbatu itu. Cukup untuk bikin sungai mengamuk. Sebagian besar air langsung meluncur di permukaan karena topografi yang curam, tanpa sempat meresap ke tanah. Bright Angel Creek sendiri mengalir dari North Rim menuju Sungai Colorado dengan penurunan ketinggian sekitar 1.828 meter, kondisi yang membuat aliran bisa berubah jadi torrent mematikan dalam hitungan menit.

Salah satu penyintas, Nikki Baggs (41), menceritakan momen itu kepada BBC. "Awalnya hari itu sangat indah, lalu orang-orang mulai berteriak dan berlari," tuturnya. Ia dan dua temannya baru saja menaruh barang di Phantom Ranch, penginapan terpencil di dasar ngarai, sebelum air tiba-tiba menerjang. Mereka sempat berlindung di meja piknik sebelum petugas taman berteriak memerintahkan mereka lari ke tebing yang lebih tinggi. Beberapa jam menunggu. Helikopter baru menjemput sekitar pukul 21.30. "Itu adalah upaya koordinasi yang sangat luar biasa," kata Baggs. "Hal itulah yang membuat kami merasa aman di situasi yang sama sekali tidak aman."

Kerusakan infrastruktur tidak ringan. Banjir merusak pipa air utama yang memasok kebutuhan wisatawan dan warga di dalam taman, memaksa pengelola memberlakukan pembatasan penggunaan air. Mulai Senin (31/8), wisatawan tidak diperbolehkan menginap di hotel maupun penginapan dalam kawasan, meski taman tetap dibuka untuk kunjungan siang hari. Penggunaan kayu dan arang untuk api unggun juga dilarang sementara.

Bahaya belum berlalu. Badai petir dan hujan lebat diprediksi masih mengguyur kawasan hingga Senin waktu setempat, membuka potensi banjir bandang susulan, aliran puing, dan longsoran batu. Grand Canyon menarik sekitar lima juta pengunjung per tahun, dengan jalur Bright Angel sebagai rute favorit pendaki. Bagi pengelola, ini bukan sekadar soal mengevakuasi sisa korban. Ada pekerjaan besar menanti: memulihkan akses, jaringan air, dan seluruh kawasan wisata yang kini porak-poranda.