JUMAT, 9 OKTOBER 2026

Home  ›  Internasional  ›  Bandara Palm Beach Kini Bernama Trump, Biaya Rp99...

Internasional

Bandara Palm Beach Kini Bernama Trump, Biaya Rp99 Miliar dan Reaksi Warga yang Terbelah

Palm Beach International Airport resmi berganti nama menjadi President Donald J. Trump International Airport, menjadi bandara pertama di AS yang dinamai untuk presiden yang masih menjabat. Perubahan ini menelan biaya US$5,5 juta dan memicu reaksi keras dari warga setempat.

Bandara Florida Ganti Nama Jadi Bandara Donald Trump

Sepanjang hidupnya, Donald Trump mengklaim telah mendarat di bandara Palm Beach sekitar 10.000 kali. Kini, landasan pacu itu resmi menyandang namanya.

Bandara Internasional Palm Beach, Florida, berganti nama menjadi President Donald J. Trump International Airport pada Kamis (9/7/2026) setelah FAA mengesahkan perubahan tersebut efektif hari itu juga. Pergantian ini mengakhiri identitas lama yang sudah berlaku lebih dari setengah abad. Lebih dari itu, bandara di Florida ini menjadi yang pertama di Amerika Serikat diberi nama untuk menghormati presiden yang masih menjabat.

Proses administratifnya bermula dari Maret lalu, ketika Gubernur Florida Ron DeSantis menandatangani undang-undang yang mengamanatkan penggantian nama. Kode pengenal FAA pun ikut bergeser: dari PBI menjadi DJT, inisial nama Trump. Tapi jangan buru-buru ganti tiket. Peralihan kode ini baru berlaku penuh pada 18 Agustus 2026, sehingga hingga tanggal tersebut penumpang masih memakai kode PBI untuk pemesanan, label bagasi, dan sistem reservasi maskapai.

Total biaya konversi identitas bandara ini mencapai US$5,5 juta, sekitar Rp99 miliar, mencakup pemasangan papan nama baru, pembaruan seluruh identitas visual, serta penyesuaian operasional lainnya.

Penerbangan pertama yang menyentuh landasan bukan maskapai komersial, melainkan Trump Force One, Boeing 757 milik Trump Organization, yang mendarat Kamis dini hari sekitar pukul 05.00 waktu setempat. Tiga puluh menit di udara. Penumpangnya: Eric Trump, Donald Trump Jr., dan sejumlah pejabat lokal. Eric rupanya tidak mau kalah soal simbolisme. "Tidak mungkin saya membiarkan UPS menjadi pesawat pertama yang mendarat," tegasnya kepada Fox & Friends.

Kepada The Palm Beach Post di atas pesawat yang sama, Eric menyebut momen ini sebagai sesuatu yang tak pernah ia bayangkan satu dekade lalu. "If you would have gone back to 2015 and said that this would have happened in Florida, I might have laughed at you," katanya. Ia juga mengenang kali pertama melewati bandara ini sebagai bayi pada 1984, sebelum keluarganya rutin singgah setiap akhir pekan.

Penggantian nama ini bukan langkah tunggal, dan bukan pula yang pertama. Nama Trump sudah tertera pada rencana kelas kapal perang Angkatan Laut, program visa untuk warga asing berduit, situs web obat resep yang dikelola pemerintah, hingga rekening tabungan federal untuk anak-anak. Di Palm Beach sendiri, jalan Southern Boulevard yang menghubungkan Mar-a-Lago dengan bandara sudah lebih dulu berganti nama menjadi President Donald J. Trump Boulevard sejak Desember 2025. Tidak semua mulus, tentu: pengadilan menolak upaya pemberian nama Trump pada Pusat Seni Pertunjukan John F. Kennedy di Washington.

Reaksi publik? Terbelah, kalau mau eufemis. "Saya pikir itu menjijikkan, konyol, sombong, dan banyak hal buruk lainnya. Itu membuat saya mual setiap kali melihat papan namanya," keluh seorang warga Florida yang ditemui di bandara. Seorang pelancong lain bahkan berencara beralih ke Bandara Orlando untuk menghindari bandara ini sepenuhnya.

Di AS saat ini ada 12 bandara yang menggunakan nama mantan presiden, termasuk JFK International di New York yang dinamai setelah pembunuhan Kennedy pada 1963. Bedanya cukup mencolok: bandara di Florida ini masuk daftar itu sementara sang presiden masih duduk di Gedung Putih. Preseden yang, buat sebagian orang, terasa terlalu dini.