SABTU, 17 OKTOBER 2026

Home  ›  Internasional  ›  Badenoch Copot Stride dan Patel, Kabinet Bayangan...

Internasional

Badenoch Copot Stride dan Patel, Kabinet Bayangan Konservatif Dirombak

Pemimpin Partai Konservatif Kemi Badenoch melakukan perombakan besar kabinet bayangannya, memecat Menteri Keuangan Bayangan Sir Mel Stride dan Menteri Luar Negeri Bayangan Dame Priti Patel di tengah tekanan elektabilitas partai yang kian merosot.

Kemi Badenoch Merombak Kabinet Bayangan Partai Konservatif Inggris

Senin (31/8) kemarin, Kemi Badenoch mengirim pesan yang cukup jelas ke internal Partai Konservatif Inggris: tidak ada posisi yang aman.

Dua nama besar disingkirkan sekaligus. Sir Mel Stride digeser dari posisi Menteri Keuangan Bayangan, Dame Priti Patel kehilangan kursi Menteri Luar Negeri Bayangan. Keduanya diganti oleh wajah-wajah yang dianggap lebih sejalan dengan arah baru partai.

Andrew Griffith, mantan eksekutif Sky dan Just Eat, naik menggantikan Stride. Tom Tugendhat, mantan menteri keamanan sekaligus tentara cadangan, mengisi posisi yang ditinggalkan Patel. Alex Burghart, sekutu dekat Badenoch, diangkat sebagai Wakil Pemimpin Partai sambil tetap merangkap sebagai Menteri Bayangan untuk Kantor Kabinet dan urusan Irlandia Utara.

Ada ironi yang sulit diabaikan di sini. Januari 2025, Badenoch tegas menyatakan tidak akan menyentuh susunan kabinet bayangan sebelum pemilu berikutnya. Janji itu kini resmi dibuang. Alasan yang beredar di kalangan internal: perlu perubahan pendekatan ekonomi yang lebih tajam, berfokus pada pertumbuhan, standar hidup, dan apa yang mereka sebut "kredibilitas fiskal".

Badenoch memuji kontribusi Stride dengan nada yang terasa seperti perpisahan sopan tapi final. "Dia membantu kita menstabilkan keadaan, membangun kembali kredibilitas ekonomi, dan menjadi oposisi yang efektif, dan saya sangat berterima kasih atas kontribusinya," ujarnya. Stride merespons dengan elegan, mengonfirmasi akan kembali ke bangku parlemen biasa sambil tetap mendukung kepemimpinan Badenoch.

Di luar gedung Westminster, reaksinya tidak sesopan itu. Penunjukan Griffith langsung dihajar kritik dari Partai Buruh yang mengungkit keterlibatannya dalam penyusunan anggaran era Liz Truss, periode yang masih diingat sebagai salah satu bencana fiskal terbesar dalam sejarah modern Inggris. Daisy Cooper dari Partai Liberal Demokrat bahkan lebih blak-blakan. "Penunjukannya sebagai menteri keuangan bayangan menunjukkan bahwa mereka rela mengorbankan klaim kredibilitas ekonomi dalam persaingan menuju batas bawah bersama Reform UK," katanya.

Griffith tidak mundur. Ia menegaskan komitmennya pada pemangkasan pajak dan regulasi, retorika yang akrab di telinga pendukung sayap kanan partai. "Partai Konservatif akan selalu mendukung para pengambil risiko dan pencipta kekayaan yang menghadirkan pertumbuhan, investasi, dan lapangan kerja," tegasnya.

Tugendhat tampil dengan nada yang jauh lebih dramatis soal kebijakan luar negeri. "Kita sedang menghadapi momen paling berbahaya dalam satu generasi. Terlalu sering pemerintah merespons dengan kelemahan. Sebagai menteri luar negeri bayangan, saya akan memastikan Britania Raya memilih kekuatan kembali," ucapnya.

Patel sendiri tidak sepenuhnya disingkirkan. Ia digeser ke posisi Sekretaris Internasional Partai untuk memperkuat jaringan dengan partai-partai sayap kanan dan tengah-kanan di luar negeri. Perombakan lain: Damian Hinds masuk sebagai Menteri Kesehatan Bayangan menggantikan Stuart Andrew yang mundur ke belakang, Katie Lam ditunjuk sebagai Menteri Perumahan Bayangan setelah James Cleverly mengundurkan diri untuk fokus pada pencalonan Wali Kota London, dan Claire Coutinho digeser ke posisi Menteri Bisnis Bayangan menggantikan Griffith, dengan tugas harian yang sementara diwakili Julia Lopez selama masa cuti melahirkan.

Konteksnya perlu dibaca dengan jernih. Konservatif kini bertengger di posisi ketiga dalam jajak pendapat, di belakang Partai Buruh dan Reform UK. Entah kebetulan atau tidak, perombakan ini terasa seperti upaya mendefinisikan ulang identitas partai sebelum terlambat. Apakah mengganti beberapa nama di kabinet bayangan cukup untuk membalik tren itu, agaknya masih jauh dari terjawab.