SENIN, 12 OKTOBER 2026

Home  ›  Internasional  ›  Ayana Moon Tembus Oxford, Raih Beasiswa S2 Kebijak...

Internasional

Ayana Moon Tembus Oxford, Raih Beasiswa S2 Kebijakan Publik

Selebgram dan mualaf asal Korea Selatan Ayana Jihye Moon berhasil meraih beasiswa studi magister di Universitas Oxford, Inggris, melanjutkan jejak akademiknya setelah sarjana di Malaysia.

Ayana Moon Raih Beasiswa S2 di Universitas Oxford

Ayana Jihye Moon, selebgram asal Korea Selatan yang dikenal luas di komunitas Muslim Asia Tenggara, agaknya punya kejutan yang tidak banyak orang sangka: beasiswa S2 di Universitas Oxford.

Perempuan yang akrab disapa Ayana Moon ini mengumumkan keberhasilannya menembus seleksi program magister di salah satu kampus paling bergengsi di dunia. Oxford, yang secara konsisten bertengger di peringkat lima besar QS World University Rankings, terkenal dengan proses penerimaan yang tidak ramah bagi mahasiswa internasional biasa. Angka penerimaan rendah, standar akademik ketat, dan persaingan dari seluruh dunia. Bukan medan yang mudah.

Ini bukan pertama kalinya Ayana menempuh pendidikan di luar Korea. Sebelumnya ia menyelesaikan program sarjana di Malaysia, sebelum akhirnya melompat jauh lebih jauh, secara geografis maupun akademis, ke Oxford. Fokus studinya dilaporkan di bidang Kebijakan Publik, meski konfirmasi resmi mengenai jurusan spesifik masih ditunggu.

Soal beasiswa, nama program yang ia terima belum dirinci secara resmi. Di Oxford, skema untuk mahasiswa internasional umumnya komprehensif, mencakup biaya kuliah penuh plus tunjangan hidup, mulai dari Oxford-Clarendon Scholarship hingga program kemitraan yayasan internasional. Yang jelas, bukan jalur biasa.

Pengumuman ini langsung disambut respons positif dari netizen Indonesia dan Malaysia. Banyak yang memuji kemampuannya membagi waktu antara karier sebagai brand ambassador aktif dengan persiapan masuk perguruan tinggi kelas dunia. Di media sosialnya, Ayana memang kerap mengunggah momen belajar di perpustakaan atau sesi persiapan ujian. Sekarang konteks itu jadi lebih masuk akal.

Pertanyaannya, apa yang sebetulnya mendorong seorang figur digital dengan jutaan pengikut untuk repot-repot duduk di bangku Oxford? Kalau data ini bisa dipercaya, jawabannya ada di rekam jejak yang konsisten, bukan keputusan dadakan.

Saat ini Ayana dilaporkan tengah mengurus dokumen administrasi dan keperluan logistik sebelum bertolak ke Inggris. Ia juga menyatakan niat untuk terus berbagi pengalaman studi selama di Oxford, menjadikan perjalanannya bahan konten edukatif bagi jutaan pengikutnya.

Bagi generasi muda yang sering terbentur narasi bahwa karier digital dan ambisi akademik adalah dua jalur yang tidak bisa bertemu, kisah Ayana Moon, setidaknya untuk sementara, menjadi bantahan yang cukup telak.