MINGGU, 27 SEPTEMBER 2026

Home  ›  Tekno  ›  ASUS Gebrak 2026 dengan Jajaran Copilot+ PC Berten...

Tekno

ASUS Gebrak 2026 dengan Jajaran Copilot+ PC Bertenaga AI Lokal

ASUS resmi meluncurkan lini laptop terbaru 2026 di Jakarta, mengusung platform Copilot+ PC dengan asisten AI yang bisa bekerja offline. Zenbook DUO jadi bintang dengan harga Rp54,9 juta.

Kalau dulu ASUS datang ke pasar dengan jualan desain tipis dan baterai awet, kini tawarannya jauh lebih ambisius.

Rabu (6/5/2026), pabrikan asal Taiwan itu resmi memperkenalkan jajaran laptop terbarunya di Jakarta, meliputi seri Zenbook dan Vivobook edisi 2026. Semuanya masuk kategori Copilot+ PC, platform yang ditenagai prosesor Intel Core Ultra Series 3 dan AMD Ryzen 400 Series dengan kemampuan Neural Processing Unit (NPU) hingga 50 TOPS.

50 TOPS bukan sekadar angka pamer. Itu ambang batas yang ditetapkan Microsoft untuk menjalankan fitur AI secara lokal di perangkat, tanpa bergantung koneksi cloud. Beda cerita kalau dibanding laptop-laptop "AI" generasi sebelumnya yang sebetulnya tetap butuh sinyal.

ASUS juga memperkenalkan Omni Virtual Assistant, asisten pintar yang dirancang bekerja penuh meski perangkat dalam kondisi offline. Pemrosesan terjadi langsung di dalam mesin, bukan di server jauh. Privasi, setidaknya secara teori, terjaga.

"Tahun 2026 jadi titik di mana sistem pintar bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan sudah jadi bagian tak terpisahkan dari pengguna. Kami menghadirkan teknologi yang lebih personal dan aman. Inovasi ini menjadikan produk kami sebagai rekomendasi terbaik bagi siapa saja yang menginginkan efisiensi maksimal tanpa kompromi," jelas Lenny Lin, Country Manager ASUS Indonesia.

Bintang utama peluncuran ini jelas Zenbook DUO. Versi 2026-nya hadir dengan celah antarlayar yang dipangkas 70 persen, bingkai lebih tipis 22 hingga 37 persen, dan bodi Ceraluminum yang diklaim tiga kali lebih kuat tapi 30 persen lebih ringan dari bodi logam biasa. Dua layar sentuh ASUS Lumina Pro OLED resolusi 3K dengan refresh rate 144 Hz menjadi daya tarik visual yang susah diabaikan.

Dapurnya? Intel Core Ultra 9 386H dengan total performa sistem AI hingga 180 TOPS. Baterai gandanya 99 Wh. Harganya Rp54.999.000, dan pre-order sudah dibuka sejak hari peluncuran.

Bukan angka kecil. Tapi segmen yang disasar jelas bukan pengguna kasual.

Untuk kelas mobilitas tinggi, Zenbook S hadir dengan ketebalan cuma 1,1 sentimeter dan tetap menggendong baterai 77 hingga 83 Wh, tergantung varian. Zenbook S14 (UX5406AA) menjadi perangkat pertama di Indonesia yang menggunakan prosesor Intel Core Ultra 9 386H generasi Panther Lake, sementara Zenbook S16 (UM5606GA) memilih AMD Ryzen 9 465.

Adapun si langsing Zenbook A-series, bobotnya cuma 1,2 kilogram dengan baterai 75 Wh dan klaim daya tahan lebih dari 20 jam. Cocok untuk yang sering berpindah-pindah tanpa mau dibebani charger di tas. Pertanyaannya, berapa lama klaim 20 jam itu bertahan di kondisi pemakaian nyata?

Di segmen harian, Vivobook S14 hadir dengan sasis logam ganda setebal 1,59 sentimeter dan dua pilihan prosesor, Intel Core Ultra 7 355 atau AMD Ryzen 7 445, keduanya dengan stamina baterai lebih dari 20 jam. Vivobook 14 Flip OLED (TP3407AA) menawarkan engsel 360 derajat plus ASUS Pen 3.0 untuk pengguna yang butuh fleksibilitas mode tablet, termasuk pelajar dan pekerja kreatif.

Semua model dilengkapi garansi tiga tahun internasional dan tiga tahun ASUS VIP Perfect Warranty, termasuk perlindungan terhadap kelalaian pengguna. Proposisi layanan purna jual yang agaknya sengaja dijadikan senjata diferensiasi di pasar yang makin sesak.

Lima tahun lalu, ASUS masuk pasar WFH pandemi dengan ZenBook 13 dan 14 berprosesor Intel Core i7 Ice Lake generasi ke-10, dibanderol mulai Rp14,299 juta. Kini tolok ukur "laptop kerja" versi ASUS sudah bergeser jauh ke wilayah AI lokal dan layar ganda OLED. Masif. Pasar akan membuktikan apakah konsumen Indonesia siap membayar premium untuk itu.