KAMIS, 24 SEPTEMBER 2026

Home  ›  Syariah  ›  Asbisindo Incar Pangsa Pasar 20%, BSI: Ruang Tumbu...

Syariah

Asbisindo Incar Pangsa Pasar 20%, BSI: Ruang Tumbuh Masih Tiga Kali Lipat

Pangsa pasar bank syariah Indonesia baru menyentuh 7,7%, jauh di bawah rata-rata global 20%. Asbisindo punya target ambisius, dan momentum politiknya agaknya sudah ada.

Targetkan Pangsa Pasar Bank Syariah Naik 20%, Asbisindo Siapkan Strategi Ini!

Angka 7,7% itu kecil. Terlalu kecil.

Itulah pangsa pasar perbankan syariah Indonesia saat ini, angka yang membuat Perkumpulan Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) gelisah sekaligus tergoda untuk bergerak lebih agresif. Target mereka tidak main-main: dorong market share bank syariah nasional hingga 20%, setara rata-rata negara-negara yang sudah lebih dulu membangun ekosistem keuangan Islam.

Selisihnya bukan sedikit. Dari 7,7% ke 20% artinya industri ini harus menggelembung hampir tiga kali lipat dari posisinya sekarang.

Anggoro Eko Cahyo, Ketua Umum Asbisindo sekaligus Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS), menepis anggapan bahwa target itu sekadar angan-angan. Secara global, aset keuangan syariah naik sekitar 10% per tahun, dan perbankan syariah Indonesia selama ini konsisten tumbuh di atas rata-rata industri perbankan nasional. "Ruang tumbuh bank syariah di Indonesia masih cukup lebar, bisa tiga kali lipat dari posisi saat ini," katanya dalam siaran pers, Selasa (4/11/2025).

Data OJK per Desember 2024 memang memberi pijakan yang lumayan solid. Total aset perbankan syariah nasional tercatat Rp980,30 triliun, tumbuh 9,88% secara tahunan. Market share merayap naik ke 7,72%. Bukan lompatan dramatis, tapi trennya konsisten.

2025 jadi taruhan besar. Dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, pengembangan ekonomi syariah masuk sebagai pilar kedua agenda pembangunan nasional. Bagi Asbisindo, ini bak gayung bersambut: dukungan politik dari atas, basis demografi Muslim terbesar di dunia dari bawah.

Pertanyaannya, berapa lama eksekusi bisa mengejar ambisi?