SABTU, 10 OKTOBER 2026

Home  ›  Internasional  ›  AS Sanksi 'Pemodal Utama' Mojtaba Khamenei, Aset G...

Internasional

AS Sanksi 'Pemodal Utama' Mojtaba Khamenei, Aset Global Dibekukan

Washington menjatuhkan sanksi terhadap Ali Ansari, warga Iran berbasis Dubai yang dituduh menggelapkan miliaran dolar dana publik untuk memperkaya elit rezim Teheran, termasuk pemimpin tertinggi baru Iran Mojtaba Khamenei.

AS Jatuhkan Sanksi ke 'Pemodal Utama' Mojtaba Khamenei

Ali Ansari bukan nama yang akrab di telinga publik. Tapi bagi Departemen Keuangan AS, pria Iran yang bermukim di Dubai ini adalah kunci dari salah satu skema penggelapan dana publik terbesar yang pernah mereka lacak dari jaringan rezim Iran.

Washington resmi menjatuhkan sanksi ekonomi terhadap Ansari pada Sabtu (11/7/2026), menyebutnya sebagai "pemodal utama" bagi Mojtaba Khamenei, pemimpin tertinggi Iran yang baru. Kantor Pengawasan Aset Asing (OFAC) Departemen Keuangan AS menyebut Ansari secara efektif melembagakan penggelapan dana skala besar di dalam mesin keuangan rezim, mengalihkan kekayaan yang didanai publik ke portofolio properti dan kepentingan komersial yang tersebar di sejumlah negara.

Miliaran dolar. Bukan angka yang main-main.

Aset-aset itu, meski tercatat atas nama Ansari, disebut OFAC dipegang untuk keuntungan finansial Mojtaba Khamenei, keluarganya, serta kalangan elit Iran lainnya. Properti real estat dan komersial yang diinvestasikan mencakup wilayah di Jerman, Luksemburg, Spanyol, Inggris, Siprus, Uni Emirat Arab, dan sejumlah negara lain. Seluruh jaringan ini dioperasikan di bawah perusahaan induk yang didirikan pada 2011 di Saint Kitts dan Nevis, sebuah negara kecil di Karibia yang kerap jadi surga yurisdiksi perusahaan cangkang.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS Tommy Pigott menegaskan dalam pernyataan terpisah bahwa langkah ini bukan sekadar gestur simbolis. "Dengan menargetkan jaringan-jaringan ini, Amerika Serikat secara langsung mengganggu kemampuan rezim untuk mengakses mata uang asing dan melakukan aktivitas keuangan internasional," kata Pigott. Klaim yang masih perlu dibuktikan efektivitasnya di lapangan, tentu saja.

Selain Ansari, OFAC turut menjatuhkan sanksi terhadap tiga perusahaan pertukaran mata uang berbasis Iran: Mohammad Darbani and Partners, Lavasani and Partners, dan Mohsen Khandan and Partners. Ketiganya dituduh memindahkan miliaran dolar per tahun untuk bank-bank Iran yang sudah lebih dulu dikenai sanksi, melalui lapisan perusahaan cangkang yang sengaja distrukturisasi untuk mengaburkan jejak aliran dana.

Sanksi OFAC lazimnya berakibat pembekuan seluruh aset di yurisdiksi AS, sekaligus melarang perusahaan dan warga negara Amerika berbisnis dengan pihak yang disanksi. Siapa pun yang nekat melanggar berisiko terseret sanksi serupa.

Timingnya agaknya bukan kebetulan. Sanksi ini dijatuhkan ketika ketegangan AS-Iran kembali mendidih, menyusul serangkaian aksi saling serang yang dilaporkan terjadi pekan ini. Presiden Donald Trump bahkan secara terbuka menyatakan gencatan senjata antara kedua negara telah berakhir. Mojtaba Khamenei sendiri naik menggantikan ayahnya, Ali Khamenei, setelah sang ayah gugur dalam serangan udara gabungan AS-Israel pada 28 Februari lalu. Rezim baru, tekanan lama, tapi intensitasnya kini berbeda level.