Musim gugur 2026 agaknya akan menjadi salah satu momen terbesar dalam sejarah Apple, setidaknya dari sisi volume produk yang bakal digelontorkan sekaligus.
September hingga November mendatang, Apple dikabarkan siap memperkenalkan lebih dari 15 produk baru, mulai dari iPhone generasi terbaru, jajaran Mac yang di-refresh, tablet, hingga sejumlah perangkat rumah pintar yang selama ini hanya beredar sebagai rumor. Bukan lineup biasa.
iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max tetap menjadi jagoan utama di segmen smartphone, tapi yang paling dinantikan jelas iPhone Ultra, eh, maksudnya iPhone Ultra, yang tak lain adalah iPhone lipat pertama dari Apple. Perangkat ini disebut akan hadir dengan layar dalam berukuran 7,8 inci dan cover screen 5,5 inci, bodi titanium, serta chip A20 Pro fabrikasi 2nm. Ketebalannya saat dibentangkan diklaim hanya 4,5 mm, yang kalau benar, menjadikannya ponsel lipat tertipis di pasaran saat ini. Angka yang patut dicermati.
Apple, entah kebetulan atau tidak, sudah mulai memikirkan generasi berikutnya sebelum generasi pertama pun resmi diluncurkan. Sumber dari Digital Chat Station menyebut iPhone Ultra 2 sudah masuk tahap pengembangan internal, dengan layar lipat yang lebih lebar dibanding pendahulunya, meski kemungkinan besar menggunakan teknologi panel yang sama.
Bocoran terbaru juga mengungkap detail layar untuk model iPhone 18 yang akan menyusul awal 2027. iPhone 18 reguler bakal mengantongi layar LTPO OLED 6,3 inci resolusi 1,5K dengan refresh rate 120Hz, sebuah lompatan yang cukup berarti untuk kelas non-Pro. Ini akan menjadi generasi kedua iPhone standar yang kebagian teknologi LTPO setelah fitur tersebut mulai diperkenalkan di iPhone 17. iPhone 18e, yang diposisikan sebagai entry-level, masih akan menggunakan panel LTPS OLED 6,12 inci dengan refresh rate 60Hz. Apple jelas menjaga jarak fitur antar lini dengan cukup hati-hati.
Pola peluncurannya pun berubah. Model premium seperti iPhone 18 Pro, 18 Pro Max, dan iPhone Ultra akan debut September 2026. iPhone 18 reguler dan iPhone 18e baru menyusul di awal 2027, berbarengan dengan iPhone Air 2.
Nasib lini iPhone Air sendiri kurang menggembirakan. Generasi pertamanya tercatat kurang dari 700.000 aktivasi, kapasitas produksi pemasok dipangkas lebih dari 80 persen pasca-peluncuran, dan perangkat itu kini diyakini sudah berhenti diproduksi. Apple tetap melanjutkan iPhone Air 2 dengan sejumlah peningkatan seperti kamera belakang kedua dan layar lebih besar, tapi kelangsungan lini ini sangat bergantung pada bagaimana pasar merespons generasi berikutnya. Bisa jadi taruhan terakhir untuk segmen ultra-tipis ini.
Di luar iPhone, Mac mendapat pembaruan cukup besar. Mac mini dan Mac Studio akan hadir dengan chip M5, iMac M5 datang dengan pilihan warna baru. Yang paling mencuri perhatian adalah MacBook Ultra, model high-end dengan layar OLED dan dukungan layar sentuh. Pertama kalinya Apple membawa touch screen ke MacBook kelas atas, kalau data ini bisa dipercaya.
Lini iPad juga kebagian. iPad mini generasi terbaru akan hadir dengan layar OLED dan chip yang ditingkatkan, iPad model dasar akhirnya mendapat chip A18 untuk mendukung Apple Intelligence. Keduanya diperkirakan meluncur sebelum akhir 2026.
Segmen produk rumah Apple pun bertambah ramai: HomePad dengan layar sentuh 7 inci yang bisa dipasang ke dudukan magnetis, HomePod 3, HomePod mini 2, Apple Security Camera, hingga Apple Video Doorbell dengan potensi dukungan Face ID. Apple TV 4K generasi berikutnya disebut akan hadir dengan chip A17 Pro, kapabilitas Apple Intelligence, dan kemungkinan kamera bawaan.
Satu catatan penting buat calon pembeli: semua peluncuran ini datang bersamaan dengan kenaikan harga produk Apple yang sudah resmi berlaku sejak akhir Juni 2026. iPad, MacBook, Apple TV, hingga Vision Pro naik harga dengan selisih Rp500 ribu hingga Rp2 jutaan. Alasannya, Apple mengaku tak lagi sanggup melindungi konsumen dari kenaikan biaya chip memori dan penyimpanan yang dipicu oleh gelombang pembangunan pusat data AI. Tim Cook mengisyaratkan potensi kenaikan lanjutan, meski belum menyebut angka spesifik.
Artinya, pembeli yang mengincar iPhone Ultra atau MacBook Ultra musim gugur ini mungkin perlu menyiapkan anggaran lebih tebal dari sekadar harga launch.