SENIN, 28 SEPTEMBER 2026

Home  ›  Tekno  ›  Apple Lompati M6 Pro/Max, MacBook Layar Sentuh Mel...

Tekno

Apple Lompati M6 Pro/Max, MacBook Layar Sentuh Meluncur Pakai Chip M5

Apple berencana merilis MacBook Ultra dengan layar sentuh OLED dan chip M5 Pro/Max pada akhir 2026, bersamaan dengan MacBook Pro entry-level berchip M6, sekaligus melewatkan generasi M6 Pro dan M6 Max untuk mempercepat pengembangan M7.

Apple Mac Studio M2 Ultra di atas meja dengan monitor Studio Display

Peta jalan chip Apple untuk lini Mac ternyata lebih berliku dari yang diperkirakan. Mark Gurman dari Bloomberg melaporkan bahwa Cupertino tengah mempersiapkan dua laptop premium untuk musim gugur 2026, dengan strategi chip yang cukup tak lazim.

Yang paling mengejutkan: MacBook Ultra. Ini lini produk benar-benar baru. Laptop ini datang membawa layar sentuh, panel OLED, Dynamic Island, dan desain yang dirombak dari bawah. Soal chip, Apple rupanya memilih pragmatisme ketimbang kesempurnaan, MacBook Ultra bakal ditenagai M5 Pro dan M5 Max, bukan menunggu M7 yang belum siap produksi.

Bersamaan dengan itu, Apple juga menguji MacBook Pro entry-level berkode nama J804, yang membawa chip M6. Jadwal rilisnya masih di tahun ini. Chip M6 sendiri bukan sekadar naik satu angka. Dengan nama kode Komodo, bandwidth memorinya mencapai sekitar 200 GB/s, lompat dari 153 GB/s di M5. GPU-nya didesain ulang dengan hingga 12 inti, naik dari 10 inti sebelumnya. Pemrosesan AI, rendering grafis, pengeditan video semuanya diklaim lebih kencang secara material.

Nah, di sinilah yang bikin beberapa pengamat mengernyit: Apple dilaporkan melewatkan M6 Pro dan M6 Max sepenuhnya. Baru pertama kali ini terjadi sejak Apple Silicon debut. Dari M1 hingga M5, Apple selalu merilis setidaknya tiga varian, standar, Pro, dan Max, dengan Ultra menyusul untuk generasi tertentu.

Alasannya, menurut sumber Gurman, sederhana: mempercepat jalan ke M7. Seri M7 akan menggempur performa AI lokal dengan agresif, dan bandwidth memori versi standarnya diproyeksikan menyentuh 240 GB/s. Chip M7 berkode Delos dijadwalkan muncul pada paruh pertama 2027, diikuti M7 Pro dan M7 Max di paruh kedua tahun yang sama, lalu M7 Ultra pada 2028.

Ada konteks yang tidak bisa diabaikan. Apple sedang dihajar kekurangan komponen semikonduktor. Tekanan rantai pasokan ini memaksa perusahaan menyesuaikan jadwal dan strategi, termasuk dihentikannya opsi RAM 512 GB pada Mac Studio M3 Ultra beberapa waktu lalu. Perwakilan Apple menolak berkomentar soal roadmap chip ini.

Kembali ke MacBook Ultra. Model 14 inci dan 16 inci diperkirakan rilis antara akhir 2026 dan awal 2027. Versi dengan chip M7 sudah memasuki tahap pengujian lanjutan dan bisa tiba pada akhir 2027. Bagi pengguna yang sudah lama menunggu MacBook layar sentuh, ini bukan lagi urusan rumor.

Integrasi Dynamic Island ke macOS bukan pekerjaan ringan. Fitur yang pertama muncul di iPhone 14 Pro itu dirancang untuk interaksi cepat dengan notifikasi dan kontrol sistem. Kalau Apple berhasil mengadaptasinya ke antarmuka desktop tanpa terasa janggal, bisa jadi pembeda utama dari laptop touchscreen Windows yang sudah lebih dulu marak.

Migrasi ke OLED juga bukan hal kecil. Selama ini MacBook Pro bersandar pada panel Liquid Retina XDR berbasis mini-LED. OLED menawarkan kontras lebih dalam, akurasi warna lebih baik, konsumsi daya lebih efisien, sejalan dengan arah industri laptop premium global. Pertanyaannya, bisakah Apple menjaga ketahanan panel OLED dari minyak jari dan tekanan layar sentuh berulang?

Apple sedang bermain di dua arena sekaligus: mempercepat inovasi form factor lewat MacBook layar sentuh, sambil merestukturisasi roadmap chip agar siklus M7 bisa datang lebih tangguh. Konsekuensinya nyata, tidak ada M6 Pro atau Max untuk mengisi celah di tengah. Bagi konsumen, pilihan akhir 2026 tetap menarik, entah kebetulan atau tidak, justru karena kekosongan itulah yang membuat MacBook Ultra terasa lebih mencolok dari biasanya.