SENIN, 5 OKTOBER 2026

Home  ›  Tekno  ›  Apple Bawa MacBook Air M5 dan MacBook Neo ke Indon...

Tekno

Apple Bawa MacBook Air M5 dan MacBook Neo ke Indonesia Hampir Bersamaan

Apple mengguyur pasar Indonesia dengan dua gebrakan sekaligus: MacBook Air M5 dengan chip M5 bertenaga AI dan MacBook Neo berbasis chip A18 Pro dari iPhone. Keduanya sudah bisa dibeli di reseller resmi.

MacBook Air M5 Resmi di Indonesia, Ini Spesifikasi dan Harganya

Dua laptop baru Apple mendarat di Indonesia nyaris serentak, membidik segmen yang berbeda dengan kalkulasi yang cukup cermat.

MacBook Air M5 hadir sebagai penerus langsung lini Air, favorit lama mahasiswa dan pekerja hybrid. Chip Apple M5 yang mentenagainya membawa CPU 10-core, GPU hingga 10-core dengan hardware-accelerated ray tracing, dan Neural Engine 16-core yang diklaim mampu memproses perintah AI hingga 4 kali lebih cepat dibanding M4. Bagi pengguna yang masih bertahan di chip M1, lompatan performanya bahkan diklaim mencapai 9,5 kali lipat.

Tapi agaknya peningkatan yang paling "kerasa" bukan soal CPU atau GPU. Apple akhirnya menaikkan storage dasar dari 256 GB menjadi 512 GB, sebuah keputusan yang selama bertahun-tahun diminta pengguna. Di era aplikasi AI lokal, aset multimedia yang menggelembung, dan cache yang makin rakus ruang, 256 GB memang sudah tidak manusiawi. Kecepatan SSD-nya pun diklaim dua kali lebih cepat dari generasi sebelumnya. Upgrade paling pragmatis tahun ini, kalau kata veteran redaksi.

"Dengan M5, MacBook Air mampu menangani berbagai tugas, mulai dari produktivitas sehari-hari hingga beban kerja kreatif, dan bahkan lebih cepat untuk AI. Kini hadir dengan penyimpanan awal dua kali lipat, serta Wi-Fi 7 dan Bluetooth 6, dalam desain yang ramping dan tahan lama dengan daya tahan baterai yang lama, MacBook Air adalah laptop yang sempurna bagi siapa pun yang menghargai kombinasi performa dan portabilitas yang tak tertandingi," kata John Ternus, Senior Vice President of Hardware Engineering Apple.

Soal baterai, Apple mengklaim daya tahan 18 jam. Satu pengulas awal mencatat bahwa setelah bekerja dari pagi hingga sore dengan aktivitas campuran, sisa baterai masih di kisaran 45 persen. Untuk laptop setipis ini, angka itu sulit dicari tandingannya.

Desain fisiknya tidak berubah. Bodi aluminium unibody tipis yang diperkenalkan sejak era M2 masih dipertahankan, bobot 1,23 kg untuk varian 13 inci. Layar Liquid Retina 13,6 inci mendukung 1 miliar warna, True Tone, kecerahan hingga 500 nits. Kamera 12MP dengan fitur Center Stage dan Desk View melengkapi paket untuk kebutuhan rapat daring. Konektivitas naik kelas lewat chip nirkabel N1, membawa Wi-Fi 7 dan Bluetooth 6, plus dua port Thunderbolt 4 dan MagSafe.

MacBook Air M5 sudah tersedia di iBox, Blibli, dan Digimap. Varian 15 inci dijadwalkan menyusul dalam waktu dekat.

Lalu ada MacBook Neo. Ini bukan pembaruan biasa, dan Apple tahu itu. MacBook Neo adalah MacBook pertama yang menggunakan chip seri A dari iPhone, yakni A18 Pro, bukan chip M seperti yang selama ini menjadi identitas lini Mac. Langkah yang, entah kebetulan atau tidak, sekaligus menjawab pertanyaan lama soal sejauh mana Apple bisa mendaur ulang ekosistem chip iPhone ke dalam kelas laptop.

Harganya bicara sendiri. Mulai Rp 10.749.000 untuk varian 8 GB RAM dan 256 GB storage, serta Rp 12.999.000 untuk varian 512 GB. Mac paling terjangkau yang pernah ada, setidaknya itu klaim Apple, dan angka itu memang cukup untuk bikin pengguna Android berpikir ulang.

Spesifikasinya mencerminkan posisi entry-level: layar Liquid Retina 13 inci beresolusi 2408x1506, dua port USB-C, Wi-Fi 6E, Bluetooth 6, kamera FaceTime HD 1080p. Bobot 1,23 kg, tersedia dalam Silver, Blush, Citrus, dan Indigo. MacBook Neo sudah bisa dibeli langsung di iBox, Blibli, Digimap, dan Hello Store.

Dua produk, dua papan. MacBook Air M5 menyasar pengguna yang serius dan mau bayar lebih untuk performa AI lokal serta ekosistem premium. MacBook Neo membuka pintu bagi segmen yang selama ini cuma bisa melirik dari jauh. Peluncuran keduanya yang hampir bersamaan bukan kebetulan, atau paling tidak Apple ingin terkesan seperti itu. Tidak ada ceruk pasar yang dibiarkan terbuka.