Anker serentak menggebrak pasar aksesori Indonesia dengan dua charger terbaru: Nano 45W dan Nano 70W Double-GaN (A121A). Keduanya kini sudah bisa dibeli lewat kanal resmi di Shopee, Tokopedia, TikTok Shop, dan Blibli.
Yang paling menarik dari paket ini jelas si 70W. Charger sekecil colokan biasa mampu menyemburkan output hingga 70W dari satu port USB-C, cukup untuk mengisi MacBook Air 15 inci secara optimal. Kompatibilitasnya luas, mencakup perangkat yang butuh 65W maupun 67W dari aneka merek. Soal ukuran, Anker mengklaim volumenya sekitar 54 persen lebih kecil dibanding charger original MacBook 67W. Cukup untuk bikin pengguna yang bosan bawa charger segede bata melirik dua kali.
Tiga port sekaligus. Itu yang membedakan Nano 70W dari charger kompak kebanyakan. Kombinasi USB-C dan USB-A-nya mampu memasok total output hingga 65W saat dipakai bersamaan, artinya laptop dan smartphone bisa diisi dalam satu sesi tanpa harus membawa dua adaptor terpisah. Bagi pekerja hybrid yang hidupnya bergantung pada minimal dua perangkat sehari-hari, agaknya ini solusi yang cukup masuk akal.
Tantangan klasik charger berdaya tinggi: panas berlebih. Di sinilah teknologi Double-GaN berbasis Gallium Nitride bekerja. Dibanding silikon konvensional, GaN mengonversi daya lebih efisien dengan suhu yang jauh lebih terkendali, sehingga ukuran komponen bisa dipangkas tanpa mengorbankan performa. Nano 70W bahkan sudah mengantongi sertifikasi TÜV Rheinland untuk performa suhu permukaan yang lebih rendah dibanding charger mini 70W pada umumnya.
Flame Xia, Country Director Anker Innovations Indonesia, mengatakan kebutuhan konsumen sudah bergeser jauh. "Konsumen saat ini membutuhkan perangkat yang mampu mengikuti gaya hidup mereka yang semakin dinamis. Mereka ingin charger yang cukup kuat untuk laptop, tetapi tetap kecil untuk dimasukkan ke dalam tas atau bahkan saku," ujarnya.
Nano 45W hadir dengan positioning berbeda, berfokus pada perlindungan baterai jangka panjang untuk pengguna smartphone. Detail spesifikasi teknisnya memang belum selengkap sang kakak, tapi segmen yang disasar jelas: mereka yang lebih khawatir soal kesehatan baterai daripada sekadar kecepatan pengisian.
Harga keduanya bermain di kisaran Rp500 ribuan, wilayah yang sudah cukup padat oleh merek-merek GaN asal China. Pertanyaannya, apakah reputasi Anker sebagai brand premium cukup jadi pembeda di segmen itu? Pasar Indonesia, entah kebetulan atau tidak, belakangan kian teredukasi soal GaN dan mulai mempertanyakan harga versus performa secara lebih kritis. Kalau data penjualan awal bisa dipercaya, jawabannya akan terlihat dalam beberapa bulan ke depan.
Dengan kombinasi form factor ultra-kompak, daya tinggi, sertifikasi keamanan pihak ketiga, dan tiga port dalam satu bodi, Nano 70W Double-GaN susah diabaikan, terutama bagi siapa pun yang sudah lelah menenteng charger laptop konvensional ke mana-mana.