Grup Prajogo Pangestu kembali bergerak, kali ini di lini maritim. Pada 30 Juni 2026, PT Chandra Shipping International (CSI), anak usaha PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), menandatangani perjanjian bersyarat untuk mengambil bagian saham baru di PT Armada Maritim Persada (AMP) senilai USD 90 juta, atau sekitar Rp 1,61 triliun berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia di kisaran Rp 17.980 per dolar.
Dengan transaksi itu, CSI akan menggenggam 40% kepemilikan di AMP. Porsi sisanya tetap di tangan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), emiten Prajogo lainnya yang kini menguasai 99,99% saham AMP, dengan 0,01% sisanya di tangan PT Mareta Persada. Pembayaran dilakukan dalam rupiah, mengacu kurs tengah Bank Indonesia satu hari kerja sebelum tanggal transaksi.
Transaksi ini bukan lintas grup biasa. CDIA sendiri mengakui masuk kategori transaksi afiliasi sebagaimana diatur POJK 42/2020, lantaran CSI dan AMP punya kesamaan pemilik manfaat akhir. Konsolidasi internal, bukan akuisisi dari luar.
"Investasi tersebut dilakukan untuk mendukung rencana pertumbuhan dan pengembangan usaha PT AMP serta diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi Grup Perseroan melalui potensi peningkatan nilai investasi dan penerimaan dividen," tulis Merly, Corporate Secretary CDIA, dalam keterbukaan informasi ke BEI.
Penyelesaian sengketa disepakati lewat Badan Arbitrase Nasional Indonesia, dengan hukum Indonesia sebagai acuannya. Perjanjian berlaku sejak tanggal penandatanganan dan mengikat hingga seluruh persyaratan pendahuluan terpenuhi.
Sektor pelayaran memang agaknya sedang jadi prioritas ekspansi CDIA. AMP bergerak di bisnis armada kapal, segmen yang dianggap punya daya tarik jangka panjang seiring meningkatnya permintaan logistik energi dan komoditas. Dua lini itu sudah lama jadi tulang punggung grup Prajogo lewat CUAN dan entitas-entitas lain di bawah payungnya.
Yang patut dicermati: posisi CUAN sebagai pemegang saham mayoritas AMP sebelum transaksi ini menunjukkan bahwa grup sedang mendistribusi ulang aset secara terstruktur. CDIA masuk lewat CSI, CUAN tetap bercokol di struktur kepemilikan. Dua emiten, satu kapal yang sama. Bagi investor ritel yang memegang salah satu dari keduanya, ini sinyal bahwa konsolidasi di lini maritim grup Prajogo, kalau data ini bisa dipercaya, belum selesai.