RABU, 30 SEPTEMBER 2026

Home  ›  Internasional  ›  Alex Saab, Operator Keuangan Maduro, Dideportasi k...

Internasional

Alex Saab, Operator Keuangan Maduro, Dideportasi ke AS

Venezuela resmi mendeportasi Alex Saab, pengusaha Kolombia yang menjadi operator keuangan utama rezim Maduro, ke Amerika Serikat pada Sabtu 16 Mei 2026. Langkah ini menandai babak baru kolaborasi Caracas dan Washington yang berpotensi memperkuat kasus pidana terhadap Maduro.

Alex Saab Sekutu Dekat Maduro Dideportasi ke AS

Sabtu, 16 Mei 2026, nama Alex Saab Morán kembali menjadi headline di seluruh kantor berita internasional. Pemerintahan sementara Venezuela yang dipimpin Delcy Rodriguez resmi mendeportasi pengusaha Kolombia sekaligus sekutu terdekat mantan Presiden Nicolas Maduro itu ke Amerika Serikat, berselang sekitar empat bulan setelah Maduro sendiri digelandang ke New York.

Badan migrasi Venezuela, Saime, menyebut keputusan deportasi diambil karena Saab terlibat dalam berbagai tindak kriminal di AS. Klaim yang terdengar cukup ironis, mengingat pemerintahan Maduro dulunya justru menerbitkan paspor diplomatik untuknya. Saab, kelahiran Barranquilla dan kini 54 tahun, sempat menjabat Menteri Perindustrian dan Produksi Nasional sebelum Rodriguez mencopot semua jabatannya pada Januari lalu.

Perjalanan hukum Saab bukan kisah baru. Ditangkap di Cabo Verde pada 2020 atas permintaan AS, ia kemudian diekstradisi ke Washington pada 2021 untuk menghadapi dakwaan seputar program bantuan pangan Venezuela, CLAP. Tiga tahun berselang, Biden memberinya pengampunan sebagai bagian dari skema pertukaran tahanan dengan Caracas. Kesepakatan itu disambut Maduro bak kartu truf diplomatik.

Kembali ke Caracas, Saab justru masuk lebih dalam ke jantung kekuasaan. Ia diangkat ke sejumlah posisi strategis dan dianggap sebagai salah satu operator keuangan paling berpengaruh di lingkaran Maduro. Namanya disebut-sebut sebagai arsitek jaringan impor yang selama bertahun-tahun menjadi tulang punggung pemerintahan Caracas saat sanksi internasional mengimpit dari segala arah. Entah kebetulan atau tidak, posisi itu makin sentral justru ketika Venezuela makin terisolasi dari sistem keuangan global.

Semua itu runtuh ketika pasukan khusus AS menangkap Maduro di Caracas pada Januari 2026. Sebulan kemudian, Saab dicokok lewat operasi gabungan otoritas AS dan Venezuela. Preseden yang mencolok: dua negara yang selama ini berseberangan tiba-tiba berkolaborasi seperti mitra lama.

Bagi jaksa AS, Saab bisa jadi bukan sekadar tersangka. Sumber yang mengetahui perkembangan kasus menyebut ia berpotensi menjadi saksi kunci yang dapat memperkuat tuduhan pidana terhadap Maduro, termasuk konspirasi terorisme narkoba yang saat ini tengah diproses di pengadilan New York. Maduro dan istrinya, Cilia Flores, telah membantah semua tuduhan tersebut.

Kolaborasi Rodriguez dengan Washington agaknya bukan sekadar gestur politik. Bagi presiden sementara yang naik karena kekosongan kekuasaan pasca-penangkapan Maduro, menyerahkan Saab adalah sinyal bahwa Caracas di bawah kepemimpinannya siap membuka halaman baru. Bagi Washington? Ini aset senilai miliaran dolar informasi yang berjalan masuk dengan dua kaki.

Pengacara Saab, Luigi Giuliano, belum memberikan respons atas permintaan komentar hingga berita ini diturunkan.