JUMAT, 16 OKTOBER 2026

Home  ›  Internasional  ›  Airlangga Rayu Huawei dan ByteDance di Shanghai un...

Internasional

Airlangga Rayu Huawei dan ByteDance di Shanghai untuk Percepat Transformasi Digital RI

Di sela pendirian WAICO di Shanghai, Menko Airlangga Hartarto bertemu langsung dengan petinggi Huawei dan ByteDance untuk membuka peluang kerja sama AI, infrastruktur digital, dan ekspansi UMKM ke pasar global.

Huawei Cloud Umumkan Ekspansi Besar di Indonesia dan Kemitraan AI Baru untuk Wujudkan Kekuatan Utama AI ASEAN | Pasardana Portal

Di Shanghai, Jumat (17/07), Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjemput bola. Di sela penandatanganan pendirian World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO), ia duduk berhadapan dengan dua perusahaan teknologi yang produknya dipakai miliaran orang: Huawei dan ByteDance.

Bukan pertemuan basa-basi. Kedua sesi membahas agenda konkret, eh, agenda nyata: investasi infrastruktur AI dan komputasi awan, pengembangan talenta digital, digitalisasi pemerintah dan UMKM, serta solusi energi hijau untuk pusat data. Untuk ByteDance, Airlangga bahkan melangkah lebih jauh, mengundang perusahaan induk TikTok itu menjajaki pembentukan pusat riset AI di Indonesia.

"Setelah Indonesia secara resmi menjadi salah satu negara pendiri WAICO, kami ingin memastikan adanya lompatan nyata dalam kerja sama teknologi. Huawei, dengan kapabilitasnya di bidang AI, infrastruktur telekomunikasi, dan komputasi awan, adalah mitra strategis yang potensial untuk mendukung transformasi digital nasional," ujar Airlangga dalam pertemuan dengan Huawei.

Huawei bukan nama baru di peta infrastruktur digital Indonesia. Perusahaan asal Shenzhen ini sudah lama menggarap proyek telekomunikasi di pelosok-pelosok negeri, dan kini pemerintah ingin memperdalam kolaborasi itu ke lapisan yang lebih substantif: keamanan siber dan ekosistem talenta.

Pertemuan dengan ByteDance punya warna yang sedikit berbeda. Pemerintah mengapresiasi jejak investasi ByteDance di Indonesia, khususnya lewat Tokopedia dan TikTok Shop yang sudah menjadi tulang punggung perdagangan digital bagi jutaan pelaku usaha kecil. Airlangga juga mendorong ByteDance masuk lebih dalam ke ranah AI generatif, large language models, dan machine learning. "Indonesia memiliki pasar digital yang besar, talenta digital yang terus berkembang, serta komitmen kuat dalam membangun ekosistem AI yang inklusif. Kami mengundang ByteDance untuk mengeksplorasi peluang pembentukan pusat riset AI, pengembangan talenta digital, serta kolaborasi inovasi yang dapat memberikan manfaat bagi kedua negara," pungkas Airlangga.

Dua perusahaan, dua spektrum. Huawei menyediakan fondasi infrastruktur keras; ByteDance menguasai lapisan konten dan distribusi. Kalau berhasil masuk lebih dalam ke Indonesia, keduanya bisa jadi akselerator transformasi digital yang tidak main-main. Tapi itu klaim yang masih perlu dibuktikan lewat realisasi, bukan sekadar foto di meja pertemuan.

Konteks WAICO memberi bobot tersendiri buat rangkaian lobi ini. Indonesia kini duduk sebagai salah satu pendiri organisasi kerja sama AI global yang berpusat di Shanghai. Posisi itu, entah kebetulan atau tidak, memberikan daya tawar lebih ketika berhadapan dengan pemain teknologi kakap.

Rombongan Airlangga didampingi Duta Besar RI untuk RRT Djauhari Oratmangun, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso, dan Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Ali Murtopo Simbolon. Buat investor yang mengikuti portofolio digital dan infrastruktur, pertemuan Shanghai ini layak masuk radar. Kalau satu saja dari komitmen ini terealisasi dalam 12 bulan ke depan, efek multiplier-nya ke ekosistem startup dan UMKM digital Indonesia bisa lumayan, kalau data ini bisa dipercaya.