Poco, Samsung, Vivo, dan Motorola kompak meramaikan pasar smartphone Indonesia sepanjang April 2026. Sembilan model baru dari empat merek ini menyasar hampir semua segmen, dari entry-level seharga Rp2,8 juta hingga ultra-premium yang hampir menyentuh Rp13 juta.
Poco tampil paling agresif dengan dua model sekaligus. Poco X8 Pro mengusung layar 6,59 inci, chipset Dimensity 8500 Ultra (4 nm), serta baterai 6.500 mAh. Kamera utamanya 50 MP bersensor Sony IMX882 dilengkapi OIS. Ada juga sertifikasi ketahanan air IP69K dan Android 16 berbasis HyperOS 3. Di kelas harganya, kombinasi ini cukup sulit ditandingi.
Varian teratasnya, Poco X8 Pro Max, naik kelas cukup jauh. Chipset Dimensity 9500s (3 nm) dipadukan baterai silikon-karbon 8.500 mAh dan layar AMOLED 1.5K 6,83 inci. Harga mulai Rp6.699.000. Bukan angka murah, tapi kapasitas baterai segitu agaknya cukup untuk membuat pengguna berat melirik dua kali.
Samsung masuk dengan dua varian Galaxy A series. Galaxy A37 5G dibanderol Rp6.599.000, membawa layar Super AMOLED 6,7 inci 120Hz dengan pelindung Gorilla Glass Victus+ dan sertifikasi IP68. Chip Exynos 1480 (4 nm) menggerakkannya, dan Samsung menjanjikan update OS serta keamanan hingga enam tahun. Klaim yang kini mulai jadi standar ekspektasi konsumen kelas menengah. Selangkah di atasnya, Galaxy A57 5G hadir di Rp7.599.000 dengan Exynos 1680 (4 nm), layar Super AMOLED+ 6,7 inci 120Hz, bodi 6,9 mm, dan frame metal.
Vivo paling produktif bulan ini. Tiga ponsel sekaligus. Vivo Y31d jadi opsi entry-mid dengan baterai 7.000 mAh, fast charging 90W, dan sertifikasi IP69 yang diklaim tahan untuk perekaman di dalam air. Chipset Snapdragon 685 (6 nm) dan layar LCD 6,75 inci 120Hz menjadi fondasinya, harga mulai Rp4.300.000.
Seri T5, yang absen dari Indonesia sejak 2022, kembali dalam dua wajah. Vivo T5 Pro ditenagai Dimensity 7400 Turbo (4 nm) dengan layar AMOLED 6,77 inci 120Hz, kamera 50 MP Sony IMX882, dan baterai 6.500 mAh plus fast charging 90W. Vivo T5 reguler mengorbankan chipset demi baterai lebih besar: 7.200 mAh, dengan Snapdragon 6s Gen 2 (6 nm) dan layar LCD 6,75 inci 120Hz. Harganya mulai Rp2.849.000. Paling terjangkau dari semua yang rilis bulan ini.
Dua karakter berbeda jauh dibawa Motorola. Edge 70 Fusion, diluncurkan 20 April, menawarkan Snapdragon 7s Gen 4, baterai 7.000 mAh dengan fast charging 68W, dan layar Extreme AMOLED 6,78 inci 144Hz dengan kecerahan 5.200 nit, semua dalam satu varian Rp6.499.000. Spesifikasi layar itu, jujur saja, tergolong tidak lazim di rentang harga tersebut.
Motorola Signature jadi puncak dari semua yang masuk bulan ini. Desain ultra-tipis 6,99 mm dengan layar curved empat sisi, Snapdragon 8 Gen 5, empat kamera 50 MP termasuk telefoto periskop 3x, baterai silikon-karbon 5.200 mAh, fast charging 90W kabel dan 50W nirkabel, serta garansi update Android tujuh tahun. Rp12.999.000, atau Rp11.999.000 saat promo. Angka yang tidak main-main. Motorola jelas ingin membuktikan mereka serius di segmen premium, bukan sekadar numpang lewat.
Dari Rp2,8 juta sampai nyaris Rp13 juta, konsumen Indonesia punya lebih banyak pilihan yang benar-benar kompetitif, bukan sekadar berbeda nama.