Lebih dari 85% calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) dari total 28.621 orang sudah menandatangani offering letter, surat pernyataan kesediaan penempatan di wilayah-wilayah yang ditetapkan pemerintah. Kementerian Koperasi mengumumkan angka itu sebagai penanda bahwa proses penyebaran ribuan manajer koperasi bentukan pemerintah ini mulai memasuki fase eksekusi serius.
Tapi di lapangan, tidak semua berjalan mulus. Sejumlah calon manajer memprotes penugasan di lokasi yang jauh dari domisili asal mereka. Keluhan yang, agaknya, tidak sepenuhnya mengejutkan siapa pun yang mengikuti proses rekrutmen ini sejak awal.
Sekretaris Kementerian Koperasi Ahmad Zabadi mengakui adanya ketimpangan itu. Masalahnya bukan di seleksi, tapi di pendekatan yang dipilih sejak awal: rekrutmen tidak dirancang berbasis wilayah asal peserta, melainkan mengikuti ketersediaan bangunan koperasi yang sudah siap beroperasi. "Karena memang pendekatan kita bukan pendekatan wilayah di dalam penempatan waktu rekrutmen kemarin," kata Ahmad dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (28/9/2026).
Konsekuensinya mudah ditebak. Peserta yang lolos seleksi di satu provinsi belum tentu mendapat tempat di sana, karena titik koperasi yang sudah siap mungkin justru tersebar di daerah lain. Bukan cacat sistemnya, melainkan komunikasinya yang bisa jadi kurang gamblang dari awal.
Zabadi menegaskan pemerintah tetap memprioritaskan penempatan di wilayah asal masing-masing calon manajer sebisa mungkin. Klaim yang masih perlu dibuktikan realisasinya, terutama mengingat skala program yang mencakup puluhan ribu orang dan ribuan titik koperasi dengan kesiapan yang tidak seragam.
Program KDMP memang jadi salah satu inisiatif ekonomi kerakyatan paling ambisius pemerintah saat ini. Targetnya bukan sekadar mendirikan koperasi baru, tapi menyuntikkan tenaga profesional terlatih ke struktur koperasi desa yang selama ini kerap berjalan tanpa manajemen memadai. Pertanyaannya, apakah 28 ribu lebih manajer baru cukup untuk mengubah wajah koperasi Indonesia? Jawabannya baru bisa dinilai beberapa kuartal mendatang, kalau data ini bisa dipercaya konsisten.
Yang jelas, dengan lebih dari 85% offering letter sudah diteken, mesin penyebaran manajer ini tampaknya sulit dihentikan sekarang. Masif, dan sudah melaju.