JUMAT, 25 SEPTEMBER 2026

Home  ›  Internasional  ›  50 Negara Desak Gencatan Senjata, Rusia Menolak Me...

Internasional

50 Negara Desak Gencatan Senjata, Rusia Menolak Mentah-Mentah

Di tengah desakan lebih dari 50 negara untuk gencatan senjata segera di Ukraina, Moskow menutup pintu rapat-rapat. Trump mengklaim sedang cari solusi bersama Zelenskiy.

Rusia menolak usulan gencatan senjata sementara di Ukraina.

Sidang Umum PBB ke-81 pekan ini menjadi arena salah satu pertarungan diplomatik paling tegang sejak konflik Ukraina pecah: 50 negara plus Uni Eropa serempak menyerukan gencatan senjata "segera dan tanpa syarat", sementara Rusia membalas dengan penolakan telak.

Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov berbicara di Dewan Keamanan PBB pada 23 September. Pesannya jelas: Moskow tidak akan menangguhkan "operasi militer khusus" mereka. Lavrov menuduh Barat punya agenda tersembunyi di balik usulan itu, yakni memanfaatkan jeda untuk mengguyur Ukraina dengan senjata baru. Bagi Kremlin, konflik hanya bisa berakhir kalau "akar permasalahan" dituntaskan secara komprehensif, bukan sekadar menghentikan tembakan sementara.

Pernyataan itu kontras dengan desakan koalisi yang disampaikan di sela sidang umum. Amerika Serikat absen dari daftar penandatangan, bisa jadi bukan tanpa alasan: Trump belakangan mengklaim dirinya dan Volodymyr Zelenskyy sedang aktif mencari solusi bersama untuk mengakhiri perang. Dua jalur yang berjalan bersamaan, entah saling melengkapi atau justru saling mengganggu.

Di lapangan, situasinya jauh dari kondusif. Serangan drone dan rudal dari kedua sisi terus meningkat intensitasnya. Membangun perdamaian di atas kondisi seperti ini, ibarat memasang fondasi di atas tanah yang masih berguncang.

Apakah tekanan 50 negara cukup untuk menggeser posisi Kremlin? Rekam jejaknya tidak menjanjikan.