JUMAT, 2 OKTOBER 2026

Home  ›  Internasional  ›  40 Tewas Setelah Bus Kelebihan Muatan Terjun ke Ju...

Internasional

40 Tewas Setelah Bus Kelebihan Muatan Terjun ke Jurang di Pakistan

Bus penumpang rute Quetta-Peshawar jatuh ke jurang sedalam lebih dari 20 meter di kawasan pegunungan Pakistan barat. Korban tewas termasuk perempuan dan anak-anak.

Pilu 40 Orang Tewas Usai Bus Terjun ke Jurang

Empat puluh orang tewas setelah sebuah bus penumpang hilang kendali dan terjun ke jurang sedalam 21 hingga 24 meter di kawasan pegunungan Dana Sar, Distrik Sherani, Balochistan, Pakistan, Jumat (3/7/2026). Korban termasuk perempuan dan anak-anak.

Bus rute Quetta-Peshawar itu berangkat dari ibu kota Provinsi Balochistan pada Kamis malam. Dalam perjalanan, bus mengangkut penumpang tambahan dari armada lain yang mogok, situasi yang membuat muatannya melewati batas kapasitas. Juru bicara kepala menteri Balochistan, Shahid Rind, menyebut saksi mata melihat bus melaju kencang sebelum kehilangan kendali di tikungan tajam.

Bus itu ambruk ke jurang tak lama setelah melintasi perbatasan menuju Provinsi Khyber Pakhtunkhwa. Kepala pusat darurat Distrik Zhob, Sanaullah Sherani, menyebut 11 orang lainnya mengalami luka-luka, tiga di antaranya kritis, dan telah dilarikan ke rumah sakit terdekat. Sumber lain mencatat angka korban luka delapan orang, angka yang bisa jadi berubah seiring proses evakuasi yang masih berlangsung.

Operasi penyelamatan bukan perkara mudah. Medan terjal mempersulit tim penyelamat di jam-jam awal. Tim dari Balochistan dan Khyber Pakhtunkhwa diterjunkan ke lokasi secara bersamaan.

Perdana Menteri Shehbaz Sharif menyampaikan duka cita atas korban jiwa. Presiden Asif Ali Zardari turut mengucapkan belasungkawa kepada keluarga korban dan mendoakan kesembuhan bagi yang terluka. Kepala menteri Balochistan telah memerintahkan penyelidikan atas penyebab kecelakaan ini.

Bukan yang pertama. Jalan raya Pakistan dikenal sebagai salah satu yang paling berbahaya di Asia Selatan, kombinasi mematikan antara penegakan lalu lintas yang longgar, standar keselamatan jalan yang jauh dari memadai, dan kebiasaan mengemudi ugal-ugalan. Kelebihan muatan, seperti yang terjadi kali ini, kerap luput dari pengawasan, padahal catatannya panjang dan berdarah.