Bayangkan 375 kilogram emas ditumpuk di lantai kantor bank sentral. Itulah yang kini sedang diproses sebagai barang bukti oleh otoritas Irak dalam kasus yang mungkin menjadi salah satu penyitaan korupsi paling spektakuler di Timur Tengah dalam beberapa tahun terakhir.
Hakim Pengadilan Kriminal Anti-Korupsi Pusat Irak, Dhia Jafar, mengumumkan pada Minggu (13/7) bahwa 358 kilogram emas berhasil diamankan dalam operasi bersama antara aparat federal dan otoritas Pemerintah Daerah Kurdistan, di bawah pengawasan langsung Ketua Dewan Kehakiman Tertinggi Faiq Zidan. Di hari yang sama, penyelidikan terpisah menghasilkan tambahan 17 kilogram. Total: 375 kilogram dalam sehari.
Semua dikaitkan dengan satu nama. Adnan al-Jumaili, mantan Wakil Menteri Perminyakan dan Pengolahan, ditangkap pada Mei lalu dan resmi dicopot jabatannya pada 2 Juni. Penyidik menduga ia meraup keuntungan pribadi lewat penyalahgunaan kontrak pemerintah dan penerimaan suap, dengan jejak aktivitas yang ditelusuri mundur hingga Oktober tahun lalu.
Ini bukan temuan pertama yang bikin geleng kepala. Beberapa hari sebelum penyitaan emas diumumkan, aparat Irak sudah lebih dulu menemukan 10,6 juta dolar AS, sekitar Rp192 miliar, yang disembunyikan di dalam saluran pembuangan air hujan. Uang itu pun dikaitkan dengan kasus yang sama.
Jika ditotal, nilai aset yang berhasil dilacak dari al-Jumaili sudah melampaui 120 juta dolar AS atau sekitar Rp2,17 triliun. Angka yang tidak main-main. Juru bicara pemerintah Irak, Haider al-Aboudi, menyebut nilai itu mencakup uang tunai, properti, kendaraan, dan perhiasan emas. Menurut al-Aboudi, pengungkapan ini menjadi salah satu kemajuan terbesar dalam kampanye pemberantasan korupsi sejak Perdana Menteri Ali Faleh al-Zaidi mulai menjabat pada Mei lalu.
Kampanye tersebut bergerak di bawah payung "Operasi Fajar", program nasional yang digulirkan sejak al-Zaidi naik ke tampuk pimpinan. Al-Zaidi dikenal vokal soal pemberantasan korupsi. Secara terbuka ia menegaskan tidak ada pengecualian, jabatan setinggi apa pun tidak akan menjadi tameng. Pertanyaannya, berapa lapis lagi yang akan terkelupas?
Seluruh emas yang disita telah diserahkan ke Departemen Penerbitan dan Perbendaharaan Bank Sentral Irak sebagai barang bukti resmi. Pihak berwenang belum mengungkapkan detail lokasi operasi penyitaan. Bagi yang mengikuti kasus-kasus korupsi besar di kawasan ini, skala aset yang terakumulasi pada satu pejabat setingkat wakil menteri jelas bukan angka yang mudah diabaikan.