JUMAT, 2 OKTOBER 2026

Home  ›  Internasional  ›  309 Ular Piton di Apartemen: Obsesi Seorang Pria B...

Internasional

309 Ular Piton di Apartemen: Obsesi Seorang Pria Berujung Bui

Berawal dari empat ekor piton yang dibeli pada 2014, seorang pria di Taizhou, China, akhirnya tertangkap setelah polisi menyita 309 ular dari dalam apartemennya yang disulap jadi kandang reptil.

Sulap Apartemennya Jadi Sarang Ular Piton, Pria Ini Ditangkap

Empat ekor piton di tahun 2014. Hampir satu dekade kemudian, apartemen Guo sudah penuh sesak dengan 309 ekor, kandang hidup yang berdenyut di balik pintu unit biasa.

Semua ini bermula dari laporan tak terduga: seorang warga lanjut usia di Taizhou, kota di Provinsi Zhejiang, melihat seekor ular besar berkeliaran di dekat kaki gunung pada Maret 2024. Ular kecokelatan sebesar lengan orang dewasa itu langsung memancing kecurigaan penyidik. Piton bukan satwa asli wilayah tersebut, dan di bulan Maret, reptil liar seharusnya masih dalam fase tidak aktif. Terlalu janggal untuk diabaikan.

Polisi berkonsultasi dengan peternak ular dan mendapat petunjuk teknis yang krusial: piton butuh suhu stabil antara 20 hingga 30 derajat Celsius, dengan kelembapan terjaga. Artinya, siapa pun yang memelihara koloni sebesar itu pasti butuh daya listrik yang tidak sedikit. Penyidik langsung menelusuri catatan konsumsi listrik di area sekitar, dan jejak tagihan yang mencurigakan akhirnya mengarah ke sebuah unit apartemen milik pria bermarga Guo, yang tinggal sendirian.

Keping-keping puzzle lain mulai terbuka. Penyidik memantau pria lain bermarga Di yang kerap keluar-masuk apartemen Guo, mengambil paket-paket berisi tikus putih yang dipesan secara daring, makanan standar untuk reptil peliharaan. Para penjual tikus membenarkan kecurigaan tersebut. Media sosial pun bicara: unggahan Guo memperlihatkan ular-ularnya, lengkap dengan sinyal penjualan. Dari catatan transaksi, Di tercatat pernah menjual dua ekor piton ke pembeli lain seharga 1.000 yuan.

Ketika petugas menggeledah, yang mereka temukan agaknya di luar bayangan siapa pun. Dua kamar tidur dan ruang tamu sudah sepenuhnya beralih fungsi menjadi kandang, dipenuhi tumpukan wadah plastik berisi ular. Guo menyempitkan seluruh kehidupan pribadinya ke satu kamar yang tersisa. Total 309 ekor piton disita dan dipindahkan ke kebun binatang setempat.

309 ekor. Bukan angka yang mudah dibayangkan.

Guo mengaku kepada penyidik bahwa kecintaannya pada ular sudah lama tertanam. Ia dan Di disebut telah menjual 80 ekor piton sebelum tertangkap. Benang merah kasus ini juga menjerat pria ketiga bermarga Deng, yang diduga menjadi pemasok piton pertama kepada Guo. Di rumah Deng, polisi menemukan 47 ekor piton tambahan.

Total, kasus ini melibatkan 436 ekor piton dengan nilai transaksi yang ditaksir melampaui 30 juta yuan, atau sekitar Rp67 miliar. Pertanyaannya, dari mana angka itu mengalir selama hampir satu dekade? Pengadilan Taizhou menjatuhkan vonis penjara bagi ketiganya, meski rincian lamanya hukuman tidak diungkap.

Di China, piton masuk kategori satwa dilindungi Tingkat Dua. Membiakkan, mengangkut, membeli, atau menjualnya tanpa izin resmi adalah tindak pidana. Bukan sekadar denda administrasi.