Angka 292. Itu jumlah kepala yang harus angkat koper dari Bungie dan Sony Interactive Entertainment dalam gelombang PHK yang kini resmi terkonfirmasi lewat data Negara Bagian Washington.
Bukan sekadar urusan internal studio. PHK ini menyeret dua entitas sekaligus, eh, maksudnya dua entitas secara bersamaan: sebagian besar korban dari Bungie sendiri, sementara sejumlah karyawan SIE yang selama ini mendukung operasional studio turut terdampak. CEO SIE Hermen Hulst mengakui ini secara terbuka lewat surat resmi, menyebut individu-individu SIE yang diberhentikan adalah mereka yang langsung terlibat dalam mendukung operasi Bungie.
Hulst tidak berdalih. Keputusan ini, tegasnya, baru diambil setelah diskusi ekstensif dan pertimbangan yang cermat selama beberapa bulan, meninjau arah pengembang dan sejumlah alternatif yang sudah dijajaki. Hasilnya satu: pengurangan staf dianggap satu-satunya jalan untuk menyelaraskan sumber daya studio dengan prioritas jangka panjangnya. Kalimat yang familiar di hampir setiap siaran pers PHK industri game, tapi kali ini skalanya tidak kecil.
Latar belakangnya agaknya sudah bisa ditebak siapa pun yang mengikuti Destiny 2 beberapa tahun terakhir. Waralaba andalan Bungie itu secara terbuka diakui "kurang dari ekspektasi", pengakuan yang jarang meluncur dari mulut manajemen studio kelas atas. Ketika mesin utama penghasil pendapatan mulai batuk, seluruh struktur di bawahnya ikut terguncang.
Tapi Bungie tidak sepenuhnya menutup buku. Marathon, game fiksi ilmiah yang sudah lama digadang-gadang sebagai mahkota berikutnya, dikonfirmasi masih jadi prioritas utama. CEO Bungie Pete Parsons menegaskan komitmen studio untuk menjaga kualitas konten Destiny 2 sembari memastikan peluncuran Marathon tidak meleset. Ironisnya, beberapa anggota tim Marathon pun ikut kena PHK, angka pastinya belum diklarifikasi secara resmi.
Bukan main. Di luar dua proyek itu, Hulst menyinggung "upaya inkubasi untuk proyek masa depan" yang masih dalam tahap awal pengembangan. Klaim yang perlu dibuktikan, tapi setidaknya memberi sinyal bahwa studio ini tidak sekadar berjalan menuju matahari terbenam.
Tren seperti ini bukan milik Bungie sendirian. Koreksi anggaran memang tengah menghantam banyak studio besar secara global, dan integrasi penuh Bungie ke dalam ekosistem PlayStation Studios rupanya mempercepat benturan itu. Dua struktur organisasi yang dipaksa menyatu hampir selalu berujung di satu tempat: tumpang tindih fungsi, dan meja HR yang sibuk.
Bagi komunitas Destiny 2, angka 292 bukan sekadar statistik ketenagakerjaan. Di balik tiap nama ada tim yang pernah membangun dunia yang mereka cintai lebih dari satu dekade. Marathon kini menanggung beban yang jauh lebih berat dari sekadar jadwal rilis.