MINGGU, 27 SEPTEMBER 2026

Home  ›  Internasional  ›  14 Pejabat dan Jenderal Tiongkok Dicoret dari Parl...

Internasional

14 Pejabat dan Jenderal Tiongkok Dicoret dari Parlemen Nasional

Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional Tiongkok resmi mencabut status delegasi 14 pejabat tinggi sipil dan militer, termasuk anggota Politbiro yang tengah diselidiki atas dugaan korupsi berat.

Tiongkok mencabut status 14 delegasi pada Kongres Rakyat Nasional ke-14.

Gelombang bersih-bersih di bawah Xi Jinping kembali menelan korban. Empat belas nama delegasi Kongres Rakyat Nasional ke-14 resmi dicoret, gabungan pejabat sipil senior dan petinggi militer yang kini terbelit penyelidikan atau sudah lebih dulu dijatuhkan.

Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional mengumumkan pencabutan status itu secara resmi, mengakhiri keanggotaan parlemen mereka sesuai ketentuan Undang-Undang tentang Delegasi ke Kongres Rakyat Nasional. Tujuh nama dari sisi sipil masuk daftar: Ma Xingrui dari Daerah Otonomi Uyghur Xinjiang, Fei Gaoyun dari Provinsi Anhui, Guo Yonghang dari Provinsi Guangdong, Hu Xinghua dari Kota Chongqing, Li Yunze dari Provinsi Sichuan, serta Hou Jianguo dan Huang Wei dari Provinsi Guizhou.

Enam sisanya berasal dari tubuh militer: Xu Xueqiang, Wang Kangping, Li Fengbiao, Yin Hongxing, Guo Puxiao, dan Zhang Minghua. Mereka terafiliasi dengan delegasi kongres militer di bawah Komisi Militer Pusat, tersebar dari Departemen Pengembangan Peralatan, Komando Teater Timur, Komando Teater Barat, Angkatan Darat, Angkatan Udara, hingga Pasukan Siber. Hampir semua cabang tempur utama kena giliran. Bukan kebetulan.

Nama keempat belas, Truong An Cuong, berbeda nasib. Status delegasinya berakhir bukan karena pencopotan, melainkan karena yang bersangkutan meninggal dunia akibat sakit.

Yang paling menyedot perhatian agaknya adalah Ma Xingrui. Anggota Politbiro PKT sekaligus Wakil Kepala Kelompok Pimpinan Pusat untuk Pekerjaan Pedesaan ini diumumkan sedang diselidiki awal April lalu atas "dugaan pelanggaran disiplin dan hukum yang serius", bahasa baku Beijing untuk kasus korupsi berat. Pencabutan status delegasinya dari parlemen menjadi langkah formal berikutnya, sinyal bahwa investigasi terhadap Ma bukan gertakan kosong.

Dengan pencabutan ini, total delegasi Kongres Rakyat Nasional ke-14 kini berjumlah 2.858 orang. Tidak bergeser dramatis secara angka, tapi setiap nama yang dicoret membawa beban politiknya masing-masing.

Pola seperti ini sudah cukup familiar bagi siapa pun yang mengikuti Beijing dalam satu dekade terakhir. Sejak Xi mengonsolidasikan kekuasaan, operasi anti-korupsi menjalar ke birokrasi sipil sekaligus ke jantung Tentara Pembebasan Rakyat. Sejumlah jenderal senior, termasuk mantan Menteri Pertahanan, ditelan mekanisme yang sama: penyelidikan, pencabutan jabatan, lenyap dari panggung publik. Pertanyaannya, siapa berikutnya? Gelombang kali ini mempertegas bahwa tidak ada institusi yang benar-benar kebal dari jangkauan Komisi Inspeksi Disiplin Pusat.