SELASA, 29 SEPTEMBER 2026

Home  ›  Bisnis  ›  Yield 11% dari Saham Rp 400-an: Lo Kheng Hong Siap...

Bisnis

Yield 11% dari Saham Rp 400-an: Lo Kheng Hong Siap Tadah Dividen RALS Rp10 Miliar

PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS) memutuskan bagi dividen Rp50 per saham dari tahun buku 2025, total Rp306,73 miliar. Lo Kheng Hong, yang menggenggam 200 juta lebih lembar saham RALS, menjadi salah satu penerima terbesar.

Lo Kheng Hong Siap Tadah Dividen Ramayana (RALS) Rp10,01 Miliar

Yield 11% dari saham seharga Rp 400-an. Angka itu yang bikin RALS ramai diperbincangkan investor ritel pekan ini.

PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS) resmi mengetuk palu dividen tunai tahun buku 2025 senilai total Rp 306,73 miliar dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang digelar 11 Mei 2026. Setiap pemegang saham berhak mendapat Rp 50 per lembar. Mengacu harga penutupan Rabu (13/5) di level Rp 454, dividend yield-nya mencapai 11,01%. Tidak main-main.

Direktur RALS Andreas Lesmana mengonfirmasi besaran dividen itu lewat keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia. "Total nilai dividen yang sudah ditentukan ialah Rp 306,73 miliar. Dividen per saham mencapai Rp 50 per saham," tulis Andreas.

Pembagian dividen ini ditopang data keuangan per 31 Desember 2025 yang tergolong solid: laba bersih yang diatribusikan ke entitas induk sebesar Rp 265,28 miliar, saldo laba ditahan tak terbatas penggunaannya Rp 3,78 triliun, dan total ekuitas Rp 3,49 triliun. Yang menarik, nilai total dividen yang dibagikan justru melampaui laba bersih tahun berjalan, artinya, kalau data ini bisa dipercaya, manajemen memang sengaja mencomot dari kantong laba ditahan yang sudah menggunung selama bertahun-tahun. Kebijakan yang tidak lazim, dan layak dicermati lebih lanjut.

Salah satu yang paling diuntungkan dari keputusan ini adalah Lo Kheng Hong. Investor kawakan yang kerap dijuluki "Warren Buffett Indonesia" itu tercatat menggenggam 200,33 juta lembar saham RALS dan bahkan hadir langsung di RUPST Senin pekan ini. Dengan posisi segitu, dividen yang bakal mendarat di rekeningnya menyentuh Rp 10,01 miliar. Hanya dari satu emiten.

Sudah lama Lo Kheng Hong menaruh perhatian pada peritel ini. Alasannya memborong saham RALS dalam jumlah jumbo agaknya bukan sekadar soal dividen jangka pendek, melainkan kalkulasi nilai jangka panjang yang ia baca dari fundamental perusahaan. Valuasi RALS yang kerap diperdagangkan di bawah nilai wajarnya adalah daya tarik klasik bagi investor bergaya value investing, pola yang, jujur saja, sudah terbukti berulang kali di tangan pria ini.

Di papan perdagangan, saham RALS memang bukan yang paling seksi. Rabu (13/5), RALS terkoreksi tipis 0,44% ke Rp 454, dengan nilai transaksi harian hanya Rp 2,6 miliar dan frekuensi 985 kali. Likuiditas terbatas, itu fakta. Tapi sejak awal tahun, saham ini sudah menguat 8,61%. Bagi yang sudah masuk sejak Januari 2026, yield dua digit ini bak gayung bersambut.

Soal jadwal, investor yang belum mengantongi RALS dan ingin kebagian dividen perlu bergerak cepat. Cum date dan tanggal pembayaran menjadi krusial, mengingat proses recording sudah semakin dekat pasca-RUPST.

Rabu kemarin, IHSG amblas hampir 2% ke level 6.723. Cerita dividen RALS jadi semacam oase kecil di tengah kepanikan. Bagi Lo Kheng Hong, ini bukan pertama kali, dan agaknya bukan terakhir kali, ia "tadah" rezeki dari emiten yang terlanjur diabaikan pasar.