Dua palet kartu grafis Zotac RTX 5090 milik distributor elektronik Brasil, Oderço, lenyap di Bandara Internasional Guarulhos, São Paulo. Nilai pengadaan barang itu mencapai 2,5 juta real Brasil, atau sekitar 470.000 dolar AS, setara Rp 7,8 miliar. Keberadaannya, sampai sekarang, tidak diketahui.
Kiriman itu seharusnya sudah tiba di Guarulhos. Tapi tidak ada yang bisa memastikan ke mana perginya. Oderço sudah meminta penjelasan ke pihak-pihak terkait. Tidak ada jawaban resmi yang kembali. Frustrasi itulah yang akhirnya mendorong perusahaan angkat bicara lewat akun Instagram resminya, langkah yang agaknya tidak biasa untuk urusan B2B.
Manajemen Oderço menyatakan bahwa sepanjang 38 tahun berkecimpung di bisnis distribusi perangkat elektronik dan teknologi informasi, insiden seperti ini belum pernah mereka alami. Klaim yang menarik, kalau data ini bisa dipercaya, mengingat skala operasional perusahaan selama hampir empat dekade.
Jumlah pasti unit GPU dalam kedua palet itu belum diungkapkan. Tapi ada cara kasar untuk memperkirakan: toko elektronik Brasil Promotech pernah memajang Zotac Gaming GeForce RTX 5090 di harga 33.999,99 real per unit. Jika nilai pengadaan 2,5 juta real dibagi angka itu, hasilnya sekitar 73 unit. Bukan angka resmi. Dan karena nilai yang disebut Oderço adalah biaya pengadaan, bukan harga eceran, jumlah GPU yang raib bisa jauh lebih banyak dari estimasi itu.
470.000 dolar AS. Angka yang tidak main-main.
Kasus ini menyedot perhatian bukan semata karena nilainya. RTX 5090 sendiri sedang dihajar kelangkaan. Berdasarkan laporan Tom's Hardware, kartu grafis flagship Nvidia itu mulai menghilang dari toko-toko daring sejak pertengahan September 2026. Micro Center, jaringan ritel komputer besar di Amerika Serikat, mencantumkan status "not carried" untuk produk tersebut, artinya tidak tersedia sama sekali di kanal daring mereka.
Kelangkaan itu memancing spekulasi bahwa Nvidia diam-diam memangkas produksi RTX 5090 untuk mengalihkan kapasitas fabrikasi ke perangkat keras AI profesional yang margin-nya lebih tebal. Nvidia membantah keras rumor tersebut. Tapi ketiadaan stok di rak-rak ritel tetap jadi tanda tanya yang belum terjawab, setidaknya itu klaim yang terus beredar di kalangan pelaku industri.
Pertanyaannya, lantas apa yang terjadi di Guarulhos?
Penyebab hilangnya kargo Oderço masih gelap total. Pencurian terorganisir, kesalahan penanganan logistik, atau skenario lain, belum ada informasi resmi yang bisa memastikan. Bukan pola yang sepenuhnya asing di dunia distribusi GPU: kasus serupa pernah muncul sebelumnya, dari paket yang tak sampai ke pembeli hingga komponen yang dilepas dari kartu grafis sebelum barang dikembalikan ke penjual.
Rp 7,8 miliar yang menguap di sebuah bandara, tanpa jejak, tanpa penjelasan. Untuk barang yang sudah susah dicari di seluruh penjuru dunia, ini bukan sekadar soal logistik yang kacau.