Pelek yang logonya tidak berputar meski rodanya berputar kencang. Bagi sebagian orang itu mungkin detail kecil, tapi di segmen MPV premium, justru detail semacam inilah yang berbicara lebih keras dari brosur manapun.
XPENG resmi memperkenalkan X9 facelift untuk pasar Indonesia, dengan pembaruan yang cukup substansial, jauh melampaui sekadar penyegaran kosmetik. Technology Stationary Emblem Wheel Hub pada pelek baru X9 facelift memang terdengar seperti flexing. Fitur itu selama ini cuma ada di Rolls-Royce dan kawan-kawannya. Fakta bahwa XPENG menyematkannya di MPV listrik yang harganya belum resmi diumumkan agaknya menjadi sinyal bahwa mereka betul-betul serius bermain di segmen atas.
Perubahan eksterior tidak berhenti di pelek. Bagian depan tampil lebih agresif berkat grille baru yang dilengkapi Active Grille Shutter Air Intake, sistem yang membantu mengatur aliran udara ke ruang pendingin sekaligus menjaga efisiensi aerodinamika. Fungsional, bukan sekadar aksesori.
Masuk ke kabin, nuansanya semakin pekat. Cover speaker kini berbahan aluminium, setir mendapat dua tombol fisik tambahan untuk akses cepat ke mode berkendara dan sistem XPENG Pilot tanpa perlu berselancar di layar sentuh. Sistem audio 27 XOPERA Premium Audio diklaim menghasilkan suara lebih jernih dan imersif bagi seluruh penumpang. Klaim yang perlu dibuktikan dengan telinga sendiri.
Salah satu ubahan paling praktis ada di baris ketiga. Kursi belakang kini bisa dilipat dengan konfigurasi 60:40, membuat bagasi jauh lebih fleksibel untuk menampung tas golf, koper jumbo, stroller, atau sepeda lipat tanpa harus mengorbankan seluruh kursi. Kecil secara teknis. Besar dampaknya buat pengguna harian.
Spesifikasi dasar tidak banyak bergeser. Baterai 110 kWh tetap menjadi jantungnya, dengan klaim jarak tempuh 615 km berdasarkan standar WLTP dan dukungan teknologi 5C Super Fast Charging. Motor listrik 235 kW atau sekitar 320 dk dengan torsi 450 Nm masih disalurkan ke roda depan, cukup untuk membawa MPV berbobot besar ini melesat dari 0-100 km/jam dalam 7,7 detik. Dimensinya pun tidak kemana-mana: panjang 5.293 mm, wheelbase 3.160 mm, radius putar 10,8 meter.
Yang benar-benar baru adalah lapisan teknologi di baliknya. Turing AI XP5 Chipset generasi terbaru menjadi otak dari seluruh sistem, menopang fitur Road Noise Cancellation untuk meredam kebisingan ban, W-HUD yang memproyeksikan informasi ke kaca depan, hingga road preview yang membaca kontur jalan lewat sensor dan menyesuaikan suspensi udara secara otomatis sebelum ban menyentuh permukaan. Smart Dual-Chamber Air Suspension dengan penyesuaian tinggi hingga 90 mm tetap dipertahankan.
Di sisi keselamatan, XPENG menambahkan Flat Tire Stability Control. Fitur yang menjaga stabilitas kendaraan saat ban kehilangan tekanan secara mendadak di kecepatan tinggi. Terdengar sepele sampai momen itu benar-benar terjadi di jalan tol.
Soal harga, XPENG masih bermain kucing-kucingan. Angka resminya baru diumumkan di acara XPENG Vision Night Indonesia pada 28 Juni di Istora Senayan, Jakarta. Di sana pula strategi pengembangan mereka di pasar Indonesia kemungkinan besar akan dipaparkan lebih gamblang. Bagi yang sudah mengincar X9 facelift, Minggu malam agaknya jadi momen yang tidak bisa dilewatkan.