Satu malam, dua gebrakan. XPENG memanfaatkan momentum jelang acara Vision Night Indonesia untuk memperkenalkan varian tertinggi dari SUV listrik G6 sekaligus penyegaran menyeluruh pada MPV premium X9, dua lini yang menyasar segmen berbeda namun sama-sama mengandalkan klaim teknologi sebagai senjata utama.
G6 AWD Performance hadir sebagai jawaban XPENG atas konsumen yang merasa varian Pro terlalu "jinak". Kalau G6 Pro mengandalkan satu motor listrik penggerak roda belakang dengan akselerasi 0-100 km/jam di angka 6,7 detik, varian baru ini memotong waktu tersebut nyaris separuhnya: 4,13 detik. Rahasianya ada pada tambahan motor listrik di roda depan, sehingga sistem penggerak beralih ke AWD dengan total tenaga 358 kW atau setara 487 HP dan torsi gabungan 660 Nm.
Rinciannya: motor belakang menyumbang 218 kW dan 440 Nm, sementara motor depan menambahkan 140 kW dan 220 Nm. Perpaduan keduanya membuat G6 AWD Performance melompat kelas dalam hal akselerasi, meski kecepatan puncaknya tetap sama dengan Pro di angka 202 km/jam. Jarak tempuh memang sedikit tergerus akibat beban motor tambahan, turun dari 525 km menjadi 510 km berdasarkan standar WLTP. Agaknya konsumen di segmen ini tidak terlalu memusingkan selisih 15 km.
Yang dipertahankan justru menarik. Platform SEPA 2.0 berarsitektur 800 volt dengan baterai LFP 80,8 kWh dan dukungan 5C ultra-fast charging tetap dipakai. Artinya, kemampuan pengisian DC hingga 451 kW masih ada, dan baterai bisa terisi dari 10 persen ke 80 persen dalam sekitar 12 menit. Di pasar EV Indonesia yang infrastruktur pengisian cepatnya masih tertatih, ini bukan klaim kosong.
Satu hal yang membedakan G6 AWD Performance secara visual: seluruh unit hanya tersedia dalam Black Edition. Dominasi aksen hitam dari eksterior hingga detail kabin memberi kesan lebih agresif dan eksklusif, sekaligus mempertegas posisinya sebagai flagship keluarga G6. Strategi "satu warna satu varian" ini bisa dibaca sebagai cara XPENG menjaga eksklusivitas, bisa juga sekadar efisiensi produksi. Entah kebetulan atau tidak, hasilnya terlihat meyakinkan.
Beralih ke lini MPV. X9 facelift mendapat pembaruan yang lebih terasa di lapisan teknologi ketimbang perubahan drastis desain. Tampilan depan kini menggunakan active ultra grille shutter yang bisa membuka dan menutup otomatis sesuai kebutuhan pendinginan kompresor AC maupun sistem kendaraan, menggantikan desain sarang madu di model sebelumnya. "Grille depan sekarang sudah bisa membuka dan menutup secara otomatis sesuai kebutuhan pendinginan, baik untuk kompresor AC maupun sistem kendaraan," kata Pandu Mulya Rajasa, Learning Partner Specialist Xpeng Indonesia, dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu.
Perubahan yang agaknya paling berani: X9 facelift menanggalkan chip Nvidia Orin X dan beralih ke chipset Turing AI buatan Xpeng sendiri dengan platform XP5. Langkah ini mengikuti tren pabrikan China yang mulai mengembangkan silikon proprietary untuk menekan ketergantungan pada vendor luar sekaligus mengoptimalkan integrasi dengan sistem ADAS mereka. Kalau data ini bisa dipercaya, perpindahan chip ini bukan sekadar soal biaya, tapi soal kontrol ekosistem jangka panjang. Pandu menyebut langkah itu sebagai bagian dari upaya pengembangan ekosistem teknologi Xpeng secara menyeluruh.
Pertanyaannya, seberapa nyata perbedaan performanya di jalan? Itu yang belum terjawab. Yang sudah jelas, fitur-fitur tambahan X9 facelift cukup padat: Road Noise Cancellation untuk meredam kebisingan kabin, Windshield Head-Up Display yang memproyeksikan informasi berkendara langsung ke kaca depan, setir desain baru dengan tombol khusus aktivasi Xpilot dan mode satu pedal, speaker berbahan aluminium, bangku baris ketiga yang bisa dilipat, hingga Flat Tire Stability Control yang secara otomatis mengaktifkan lampu hazard saat ban bocor atau pecah.
Harga resmi keduanya belum diumumkan. XPENG menjadwalkan pengungkapan banderol dan strategi bisnis Indonesia secara lengkap dalam acara XPENG Vision Night Indonesia pada Minggu (28/6) di Istora Senayan, Jakarta. Bagi yang sudah penasaran soal angkanya, tinggal tunggu malam ini.