Rentangnya hampir empat belas kali lipat dari ujung ke ujung. Itulah potret lini smartphone Xiaomi, Redmi, dan Poco yang kini beredar di pasar Indonesia memasuki September 2026, mulai dari Poco C81 Pro 4GB/64GB yang dibanderol Rp1,899 juta, hingga Xiaomi 17 Ultra 16GB/1TB di Rp22,999 juta. Strateginya terbaca jelas: tidak ada kantong yang tidak terjangkau.
Di kelas premium, Xiaomi 17 Ultra menjadi andalan utama. Kemitraan dengan Leica, yang kian dipertegas tiap tahun, menghasilkan susunan empat kamera yang diklaim sanggup menangkap detail di kondisi minim cahaya sekalipun. Layar AMOLED lengkung plus prosesor paling mutakhir yang tertanam di dalamnya menjadikannya bukan sekadar ponsel. Lebih tepat: kamera profesional yang kebetulan bisa menelepon. Varian 16GB/512GB tersedia di Rp19,999 juta, sementara kapasitas 1TB naik ke Rp22,999 juta. Satu tingkat di bawahnya, Xiaomi 17 12GB/256GB masuk di Rp14,999 juta, dan Xiaomi 17T Pro 12GB/256GB bisa dibawa pulang dengan Rp11,999 juta.
Bagi yang ingin bermain di kelas atas tanpa membakar rekening terlalu dalam, Xiaomi 15T Pro agaknya masih menjadi pilihan yang masuk akal di kisaran Rp9 hingga Rp10 juta. Xiaomi 14T, yang mengusung chipset MediaTek Dimensity 8300-Ultra fabrikasi 4 nm dengan RAM 12 GB, layar AMOLED 6,67 inci beresolusi 2712 x 1220 piksel, dan refresh rate 144 Hz, menawarkan pengalaman mendekati flagship tanpa label harganya.
Segmen menengah, yang selalu menjadi medan pertempuran paling brutal di pasar Indonesia, dipegang oleh seri Redmi Note 15. Redmi Note 15 Pro+ 5G varian 8GB/256GB dijual Rp6,399 juta, sedangkan Redmi Note 15 5G 6GB/128GB tersedia di Rp3,499 juta. Kalau anggaran lebih ketat, Redmi Note 14 dan Redmi 14C masih bertahan di kisaran mulai Rp1,399 juta. Tidak banyak berubah, tapi cukup buat kebutuhan harian.
Lini Poco mengisi ceruk performa. Poco X7 5G dan Poco X7 Pro 5G menjadi incaran para gamer yang tidak mau berkompromi soal kinerja mesin, dengan Poco X7 5G ditawarkan sekitar Rp3,799 juta untuk varian 8GB/256GB. Di ujung paling bawah, Poco C71 4GB/128GB dibanderol Rp1,949 juta. Poco C81 Pro tetap jadi yang termurah. Rp1,899 juta.
Namun ada satu hal yang bisa jadi lebih penting dari semua daftar harga di atas: harga-harga ini mungkin tidak akan bertahan lama. Presiden Xiaomi Lu Weibing sudah memperingatkan bahwa lonjakan harga chip memori global, yang dipicu tingginya permintaan dari sektor AI dan pusat data, akan menekan biaya produksi smartphone secara industri. Bukan cuma Xiaomi. Samsung dan merek lain pun diprediksi bakal ikut menyesuaikan. Beberapa model flagship Xiaomi bahkan sudah menunjukkan kenaikan hingga 10 persen dibanding generasi sebelumnya, setidaknya itu yang terlihat dari selisih harga Xiaomi 17 Ultra terhadap pendahulunya. Kalau rencana ganti HP masih ditunda-tunda, bisa jadi menunggu terlalu lama justru lebih mahal.