SENIN, 12 OKTOBER 2026

Home  ›  Tekno  ›  Xiaomi 17T Pro Masuk Indonesia: Baterai 7.000 mAh,...

Tekno

Xiaomi 17T Pro Masuk Indonesia: Baterai 7.000 mAh, Kamera Leica, Harga Rp 11,9 Juta

Xiaomi 17T Pro meluncur di Indonesia dengan chipset Dimensity 9500, kamera periskop Leica 5x, dan baterai silicon-carbon 7.000 mAh yang dibanderol mulai Rp 11.999.000.

Adu Spesifikasi Poco F8 Ultra Vs Xiaomi 17T Pro, Harga Beda Tipis

Xiaomi Indonesia resmi memperkenalkan Xiaomi 17T Pro pada 13 Juli 2026. Ponsel ini langsung menjadi salah satu kontestan paling agresif di segmen flagship killer tahun ini, dan angka spesifikasinya cukup untuk bikin kompetitor tidak nyaman.

Harganya? Rp 11.999.000 untuk varian 12 GB/256 GB, dan Rp 12.999.000 untuk varian 12 GB/512 GB. Menarik dicermati: varian teratas Xiaomi 17T Pro dibanderol sama persis dengan Poco F8 Ultra berkapasitas 16 GB/512 GB. Dua ponsel berbeda klan, harga beda tipis, perang spesifikasi nyata.

Mengusung label "The Telephoto Master", nilai jual utamanya bertumpu pada sistem kamera Leica tiga lensa: kamera utama 50 MP, ultrawide 12 MP, dan periskop telephoto 50 MP dengan zoom optik 5x yang bisa ditarik hingga 120x lewat AI Ultra Zoom. Filosofinya sederhana, biar pengguna bisa mengabadikan momen dari kejauhan tanpa mengusik suasana, sehingga ekspresi alami tetap tertangkap. Xiaomi juga menyematkan fitur Live Cinematography untuk perekaman video 4K Ultra-HD dengan efek transisi zoom sinematik, tersedia dalam mode Freestyle maupun Portrait.

Layarnya AMOLED 6,83 inci beresolusi 1,5K dengan refresh rate 144 Hz dan kecerahan puncak 3.500 nits. Dapur pacunya diisi MediaTek Dimensity 9500 fabrikasi 3nm, dengan skor GPU Antutu SoC 1.378.850, angka yang membuat chipset generasi sebelumnya terlihat ketinggalan jauh. Sistem pendingin 3D IceLoop System diklaim menjaga suhu tetap stabil bahkan saat gaming berat dan pengisian daya berlangsung bersamaan.

Soal baterai, Xiaomi berani pasang kapasitas 7.000 mAh berbasis teknologi silicon-carbon generasi terbaru. Lebih besar 500 mAh dibanding Poco F8 Ultra yang "hanya" membawa 6.500 mAh. Kalau data ini bisa dipercaya, dua hari pemakaian normal adalah klaim yang tidak terlalu muluk untuk kapasitas segitu. Pengisian lewat kabel didukung 100W HyperCharge, ditambah 50W Wireless HyperCharge untuk opsi nirkabel.

Namun ada satu catatan yang tidak bisa diabaikan begitu saja. Di kelas harga Rp 12 jutaan, Xiaomi 17T Pro masih mempertahankan port USB Type-C dengan standar USB 2.0. Janggal, terutama bagi pengguna yang sering transfer file besar atau butuh koneksi ke perangkat eksternal.

Komparasi dengan Poco F8 Ultra ibarat pedang bermata dua bagi keduanya. Poco membawa Snapdragon 8 Elite Gen 5, RAM lebih lebar (16 GB vs 12 GB), resolusi layar lebih tinggi (2K vs 1,5K), dan deretan fitur AI tambahan: AI Search, AI Erase Pro, AI Image Expansion, AI Film. Xiaomi 17T Pro balik unggul lewat kamera Leica berlensa Summilux, baterai lebih besar, dan refresh rate lebih tinggi (144 Hz vs 120 Hz). Dua ponsel dengan prioritas berbeda, harga hampir identik, pilihan akhirnya tergantung kebutuhan masing-masing.

Satu tambahan yang layak disebut: Xiaomi 17T Pro menjadi smartphone pertama Xiaomi yang mengantongi sertifikasi TÜV Rheinland Intelligent Eye Care, pengakuan atas teknologi Xiaomi Vision Care yang menyesuaikan kecerahan layar otomatis sekaligus menekan paparan blue light dan flicker.

Pertanyaannya, apakah paket ini cukup untuk merebut segmen yang sudah sesak? Di kisaran Rp 12 juta, Xiaomi 17T Pro bukan sekadar opsi cadangan.