KAMIS, 1 OKTOBER 2026

Home  ›  Bisnis  ›  XFreeze, Akun Anonim dari India yang Jadi Mesin Pu...

Bisnis

XFreeze, Akun Anonim dari India yang Jadi Mesin Pujian Elon Musk di Platform X

Analisis Washington Post mengungkap Elon Musk paling banyak berinteraksi dengan akun anonim XFreeze sepanjang 2026, sebuah hubungan yang dinilai saling menguntungkan dan disengaja untuk menyetir narasi publik.

Menguak Sosok 'Penjilat' Nomor Satu Elon Musk di Jagat X

Sepanjang tahun 2026, dari sekian ratus juta pengguna platform X, satu akun mencuri perhatian dengan cara paling tidak terduga. Bukan jurnalis ternama, bukan pejabat pemerintah, bukan pula sesama taipan kelas dunia. Hanya sebuah akun anonim bernama XFreeze, yang diduga kuat dioperasikan seorang pria biasa dari India.

Analisis Washington Post memetakan pola interaksi Musk di platformnya sendiri, dan hasilnya mengejutkan. XFreeze tercatat sebagai akun yang paling banyak direspons Musk dibanding pengguna mana pun tahun ini. Bukan sesekali. Bukan kebetulan. Sistematis.

Tiga dari empat unggahan XFreeze tahun ini berkisar pada Musk dan ekosistem bisnisnya, dari SpaceX sampai Tesla. Sisanya menyasar topik yang memang jadi "musuh" Musk: wokeness, kriminalitas, dan kritik terhadap lawan-lawan politiknya. Pujian mengalir deras, meme disebarkan, para pengkritik dihajar habis.

Dua tahun lalu, akun ini nyaris tak dikenal. Follower-nya bisa dihitung jari. XFreeze bahkan sempat mengunggah pertanyaan polos yang hampir tak dihiraukan siapa pun: "Bagaimana cara mendapatkan 100 pengikut di X?" Setelah berbulan-bulan mencoba konten teknologi tanpa hasil, strategi berubah total. XFreeze mendeklarasikan, "Duduk manis dan tontonlah selagi saya merangkak naik menuju puncak." Hasilnya? Lebih dari 200.000 pengikut kini, terkerek hampir seluruhnya berkat atensi langsung sang pemilik platform.

Joan Donovan, asisten profesor jurnalisme di Boston University, membaca situasi ini tanpa basa-basi. "Musk sangat suka dipuja-puji, dan orang ini adalah pabrik donatnya. Sangat jelas bagi saya bahwa komunikasi ini ditujukan hanya untuk satu orang saja," kata Donovan, memakai istilah slang 'glazed' yang merujuk pada donat berlapis gula manis.

Bagi Musk, agaknya ini bukan sekadar urusan ego. Donovan berspekulasi ada kalkulasi yang lebih dingin di baliknya: dengan membesarkan XFreeze, Musk punya corong opini yang tampak organik, bukan langsung dari mulutnya sendiri. Buktinya paling gamblang terlihat saat persidangan melawan CEO OpenAI Sam Altman memanas. Ketika hakim melarang Musk mencuit karena berulang kali menyerang kubu lawan, XFreeze-lah yang mengambil alih. OpenAI dihajar, Altman dikritik habis-habisan, dari akun yang secara teknis bukan milik Musk.

Pola ini tidak berdiri sendiri. Musk membangun Grok sebagai model AI anti-woke yang diklaim pencari kebenaran. Ia mengubah Twitter menjadi ruang bebas bagi meme kontroversial dan teori konspirasi. Ia meluncurkan Grokipedia karena menganggap Wikipedia terlalu condong ke satu arah. Infrastruktur narasi, dibangun satu per satu, dengan sudut pandangnya sebagai titik gravitasi.

XFreeze hanyalah satu komponen. Tapi bisa jadi yang paling efisien. Tidak perlu digaji, tidak perlu dikontrak. Cukup di-like, di-reply, dan namanya muncul di timeline jutaan pengguna. Pertanyaannya, berapa lama model seperti ini bisa bertahan sebelum mulai terasa terlalu rapi untuk disebut organik?