KAMIS, 22 OKTOBER 2026

Home  ›  Tekno  ›  XDOF Selangkah dari Unicorn: Series B dengan Valua...

Tekno

XDOF Selangkah dari Unicorn: Series B dengan Valuasi USD 1,2 Miliar di Ujung Negosiasi

Startup data robotika XDOF dilaporkan berada di ujung negosiasi pendanaan Series B dengan valuasi USD 1,2 miliar, kurang dari tiga bulan sejak keluar dari mode stealth. Pertumbuhan pendapatan yang mendekati USD 50 juta per tahun jadi magnet utama bagi investor.

XDOF Negosiasi Pendanaan Series B Bernilai USD 1 2 Miliar

Kurang dari tiga bulan setelah resmi keluar dari mode stealth, XDOF sudah berada selangkah dari status unicorn. Startup infrastruktur data robotika itu dilaporkan tengah dalam tahap akhir negosiasi pendanaan Series B dengan valuasi sekitar USD 1,2 miliar, setara Rp 19 triliun, dengan firma modal ventura 8VC sebagai pemimpin putaran.

Yang membuat angka ini menarik bukan sekadar besarannya. Cepatnya perjalanan menuju sana, itulah yang bikin para veteran industri ini menggelengkan kepala. XDOF baru berdiri pada 2024, didirikan dua peneliti UC Berkeley: Philipp Wu yang kini menjabat CEO, dan Fred Shentu selaku CTO. Sebelum putaran ini, mereka sudah menutup Series A senilai USD 70 juta pada Juni lalu dengan dukungan Andreessen Horowitz, Thrive Capital, Lux, dan Spark Capital.

Manajemen XDOF sendiri agaknya tidak menyangka bakal kembali ke meja negosiasi secepat ini. Perusahaan tidak punya rencana menggalang dana lagi dalam waktu dekat setelah Series A. Tapi para VC rupanya yang datang mengetuk pintu duluan, terdorong satu angka yang sulit diabaikan: pendapatan tahunan yang mendekati USD 50 juta. Bukan angka kecil untuk startup yang usianya belum genap dua tahun.

Apa sebenarnya yang dijual XDOF? Sederhananya, mereka membangun rantai pasokan data untuk industri robotika fisik. Pipeline pengumpulan data, alat anotasi, sistem teleoperasi. Semua infrastruktur yang dibutuhkan laboratorium AI dan perusahaan robotika untuk melatih robot, tapi terlalu mahal dan rumit untuk dibangun sendiri. Investor menyebut XDOF sebagai "Scale AI untuk robotika fisik" dan perbandingan itu bukan tanpa alasan.

Problematika yang dihadapi industri ini berbeda dari pengembangan large language model. LLM bisa dilatih dari miliaran halaman internet. Robot fisik tidak punya kemewahan itu. Tidak ada dataset raksasa yang mendeskripsikan cara melipat pakaian, meratakan kardus, atau mengangkat benda di permukaan yang tidak rata. Data seperti itu harus dikumpulkan satu per satu dari dunia nyata. Di situlah XDOF masuk.

Sistem yang mereka kembangkan disebut GELLO, platform teleoperasi berbiaya rendah yang memungkinkan operator manusia mengendalikan lengan robot dari jarak jauh untuk menghasilkan dataset berkualitas tinggi. Saat masih menjadi mahasiswa PhD, Wu mengidentifikasi kelangkaan data dunia nyata sebagai hambatan utama dalam penelitiannya. "Data berskala besar untuk digunakan," begitu ia menggambarkan kebutuhan mendesak yang ia temui, kepada TechCrunch pada Juni lalu.

Bermitra dengan laboratorium riset AI UC Berkeley, XDOF merilis dataset bernama ABC yang diklaim sebagai kumpulan data pelatihan robot berkualitas tinggi terbesar yang pernah dihimpun. Pengumpulan datanya menggabungkan dua pendekatan: teleoperasi jarak jauh dan kolektor manusia yang mengenakan sensor tubuh untuk merekam gerakan sehari-hari. Rencana berikutnya, XDOF akan merekrut dan melatih tim kolektor data di penjuru dunia.

Pertanyaannya, berapa lama posisi itu bisa dipertahankan? Persaingan di segmen ini mulai ramai. Mecka AI masuk, Scale AI mulai berekspansi ke ranah data robotika. Tapi dengan 20 pelanggan aktif termasuk sejumlah laboratorium AI terdepan, XDOF setidaknya untuk saat ini punya momentum yang sulit ditandingi.

Satu catatan penting: ketentuan final kesepakatan Series B belum ditetapkan dan masih bisa berubah. Belum jelas pula apakah valuasi USD 1,2 miliar itu sudah memperhitungkan modal baru dari putaran ini atau belum. XDOF dan 8VC belum merespons permintaan konfirmasi. Kalau pertumbuhan pendapatan segitu yang jadi tolok ukur, agaknya para VC sudah cukup yakin dengan apa yang mereka lihat.