SELASA, 13 OKTOBER 2026

Home  ›  Tekno  ›  XChat Meluncur 17 April, Langsung Bidik Pasar What...

Tekno

XChat Meluncur 17 April, Langsung Bidik Pasar WhatsApp

XCorp resmi menghadirkan XChat sebagai aplikasi perpesanan mandiri untuk iPhone dan iPad, dijadwalkan rilis 17 April 2026 dengan fitur enkripsi end-to-end dan tanpa iklan. Namun klaim privasi aplikasi ini langsung disambut skeptisisme.

Tanggal peluncurannya sudah terpampang di App Store: 17 April 2026. XChat, aplikasi perpesanan besutan XCorp milik Elon Musk, kini sudah bisa dipesan lebih dulu oleh pengguna iPhone dan iPad, dan bakal terpasang otomatis begitu versi finalnya resmi turun.

Bukan sekadar pembaruan fitur DM di platform X. XCorp memilih jalur yang lebih ambisius: menjadikan XChat sebagai aplikasi berdiri sendiri, terpisah dari induknya. Musk sebelumnya sempat mengumumkan rencana perombakan fitur pesan langsung X pada pertengahan 2025, termasuk arsitektur baru dan standar enkripsi yang diperkuat. Yang lahir belakangan bukan DM yang dipoles, tapi sebuah produk baru sepenuhnya.

Fiturnya cukup komplet untuk ukuran peluncuran perdana. XChat mengusung enkripsi end-to-end, panggilan audio dan video, blokir tangkapan layar, pesan yang lenyap otomatis dalam lima menit, serta kemampuan mengedit dan menghapus pesan untuk semua peserta percakapan. Grup bisa menampung hingga 481 anggota. Tidak ada iklan, tidak ada pelacak aktivitas, begitu klaim resmi di deskripsi App Store-nya.

Posisioning-nya gamblang: ini diarahkan langsung ke WhatsApp.

Musk memang bukan pertama kali menyenggol aplikasi milik Meta itu. Ia pernah melempar komentar di X soal gugatan hukum yang menuduh WhatsApp mengakses pesan pribadi tanpa izin pengguna, dengan kalimat singkat: "Tidak bisa percaya WhatsApp." WhatsApp membantah keras, menegaskan bahwa enkripsi berbasis protokol Signal yang mereka gunakan selama bertahun-tahun memastikan hanya pengirim dan penerima yang bisa membaca pesan.

Kini Musk datang dengan jawabannya sendiri dalam bentuk produk.

Ada yang mengernyitkan dahi. Sejumlah pengguna yang menelusuri laman resmi XChat di App Store menemukan bahwa kebijakan data aplikasi ini mencantumkan pengumpulan informasi yang cukup luas: lokasi, kontak, riwayat pencarian, hingga profil pengguna. Temuan ini viral setelah akun X bernama @d_paulson203 menyorotinya secara terbuka, mempertanyakan kontradiksi antara narasi privasi yang digembar-gemborkan dengan fakta di halaman App Store. Klaim privasi yang, jujur saja, masih perlu dibuktikan lebih jauh.

Hingga artikel ini ditulis, Musk belum merespons kritik tersebut secara resmi.

Untuk bisa menggunakan XChat, pengguna wajib punya akun X yang aktif dan mengintegrasikannya ke aplikasi. Versi Android? Belum ada pengumuman sama sekali dari XCorp.

Pertanyaannya sederhana tapi menohok: apakah XChat cukup kuat untuk menggoyahkan dominasi WhatsApp yang sudah mengakar di lebih dari dua miliar pengguna aktif global? Lima menit pesan menghilang dan kapasitas grup 481 orang agaknya bukan jawaban tunggalnya.