MINGGU, 4 OKTOBER 2026

Home  ›  Bisnis  ›  Wuling Siapkan SUV Boxy, City Car Baru, dan Kendar...

Bisnis

Wuling Siapkan SUV Boxy, City Car Baru, dan Kendaraan Komersial untuk Indonesia

Dari Liuzhou, Wuling bocorkan rencana ambisius untuk Indonesia: empat model baru lintas segmen, termasuk SUV listrik boxy Baojun Yep Plus dan Aira EV yang dijadwalkan meluncur di GIIAS 2026.

Wuling Mau Bawa SUV Boxy Listrik Rp 200 Jutaan ke Indonesia?

Kunjungan ke markas besar SAIC-GM-Wuling di Liuzhou, Guangxi, pekan lalu membuka gambaran lebih jelas soal ke mana arah Wuling di Indonesia. Bukan sekadar tambah satu-dua model. Perusahaan ini sedang meracik ulang identitasnya dari produsen mobil murah menjadi pemain lintas segmen yang jauh lebih serius.

Vice President SGMW Han Dehong menyebut Indonesia sebagai pasar prioritas, ditandai komitmen menghadirkan empat model baru dalam waktu dekat: city car, SUV enam penumpang dengan konfigurasi captain seat, SUV flagship, dan untuk pertama kalinya, kendaraan komersial. Kalau semua terealisasi, Indonesia bakal jadi salah satu pasar dengan portofolio Wuling paling lengkap di ASEAN.

Yang paling mencuri perhatian dari lawatan ini adalah Baojun Yep Plus. SUV listrik kompak bergaya boxy yang langsung terasa berbeda begitu dilihat: fender hitam tebal, kap mesin tinggi, lampu depan kotak dengan empat elemen LED. Bukan SUV yang mencoba tampil gagah setengah-setengah.

Kompas.com sempat menjajal Yep Plus varian 401 km Flagship Edition langsung di Baojun Proving Ground. Hasilnya agak di luar dugaan. Suspensi yang semula disangka keras ternyata cukup supel meredam jalan bergelombang, setir ringan, torsi instan dari motor 75 kW membuat mobil ini lincah di perkotaan. Top speed-nya menyentuh 160 km/jam di lintasan oval. Bukan SUV off-road, lebih pas disebut lifestyle crossover dengan wajah petualang.

Dimensinya 3.996 x 1.760 x 1.726 mm dengan wheelbase 2.560 mm, masih ringkas untuk kelas SUV. Baterai LFP 41,9 kWh dari Guoxuan High-Tech diklaim tembus 401 km (CLTC), dan fast charging dari 30% ke 80% selesai dalam 35 menit. Ada fitur V2L juga, jadi baterai bisa dipakai nyalain perangkat elektronik saat di luar ruangan. Di China, harganya mulai 76.800 yuan sampai 105.800 yuan, setara sekitar Rp 202 juta hingga Rp 279 juta.

Soal kepastian masuk Indonesia, manajemen belum mau bicara gamblang. Direktur Pemasaran Wuling Motors Ricky Christian bilang Yep Plus sudah lama masuk radar dan desainnya cocok untuk selera lokal. "Baojun Yep ini sebenarnya dari dulu memang dipelajari juga karena secara desain itu salah satu yang jadi favorit untuk pasar Indonesia," ujar Ricky di Liuzhou. Kapan pastinya? Ia hanya menyebut ini sebagai "potensi produk" yang bisa dibawa suatu saat nanti. Sinyal, bukan janji.

Yang justru sudah punya jadwal lebih pasti adalah Wuling Aira EV, versi Indonesia dari Hongguang Mini EV generasi kelima. Bukan sekadar Air EV yang diperbarui tampilannya. Aira EV hadir dengan dimensi lebih besar, panjang 3.268 mm dan wheelbase 2.190 mm, desain baru bertajuk "Sweet Sugar Cube" yang lebih membulat, plus dukungan DC Fast Charging yang absen di generasi sebelumnya. Motor listrik 30 kW menggerakkan roda belakang, baterai LFP 16,2 kWh dengan klaim jangkauan 205 km. Empat pintu, bukan dua. Ini perbedaan yang tidak kecil bagi penumpang belakang.

Ricky menyebut Aira EV akan bermain di kisaran harga Rp 200 jutaan dan dijadwalkan diluncurkan di GIIAS 2026. Bukan angka kecil untuk city car. Tapi dengan paket fitur yang naik kelas dari Air EV yang sudah ada, positioning-nya agaknya memang sengaja diangkat sedikit, kalau data ini bisa dipercaya sepenuhnya sebelum peluncuran resmi.

Di balik semua rencana produk itu, Wuling juga memperlihatkan dapur produksinya di Liuzhou. Robot lengan oranye mendominasi lini perakitan, AI memantau kualitas komponen secara real-time, dan sistem inspeksi visual berbasis kamera beresolusi tinggi menggantikan pemeriksaan manual. Akurasi perakitan diklaim mencapai toleransi 0,1 milimeter. Standar ini, menurut SGMW, juga diadopsi di pabrik Cikarang. Fasilitas itu mereka sebut Intelligent Island Manufacturing System Factory.

Persaingan yang menanti tidak mudah. Di segmen SUV, Wuling akan berhadapan dengan merek Jepang yang sudah bertahun-tahun membangun loyalitas, plus sesama pemain China yang sama agresifnya. Di kendaraan komersial, Suzuki Carry, Daihatsu Gran Max, dan Mitsubishi L300 sudah lama bercokol. Pertanyaannya, berapa lama tren keterbukaan konsumen terhadap merek non-Jepang ini bertahan? Entah kebetulan atau tidak, Wuling masuk ke semua segmen ini di momen yang agaknya paling pas. Momentum itu, kalau dieksekusi dengan benar, bisa jadi titik balik yang sesungguhnya.