RABU, 21 OKTOBER 2026

Home  ›  Finansial  ›  Wibowo Group Capital Siap Caplok 82,5% Saham MBSS...

Finansial

Wibowo Group Capital Siap Caplok 82,5% Saham MBSS Senilai Rp3 Triliun

PT Galley Adhika Arnawama, pengendali PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (MBSS), resmi menandatangani CSPA dengan PT Wibowo Group Capital untuk melepas 1,44 miliar saham atau 82,5% modal disetor perseroan.

Pengendali MBSS akan jual 82,5% saham ke Wibowo Group Capital

Satu nama baru bakal muncul di kursi pengendali PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (MBSS): PT Wibowo Group Capital, entitas yang hingga kini masih relatif asing di radar pasar modal Indonesia.

Pada 21 Juli 2026, PT Galley Adhika Arnawama selaku pemegang saham mayoritas MBSS resmi menandatangani Conditional Share Sale and Purchase Agreement (CSPA) dengan Wibowo Group Capital. Transaksi ini mencakup 1.443.766.800 saham, setara 82,5% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan. Mengacu harga rata-rata 90 hari terakhir di kisaran Rp2.138 per lembar, nilai transaksi ditaksir sekitar Rp3,09 triliun. Bukan angka yang bisa diabaikan begitu saja.

Galley Adhika selama ini berada di bawah kendali Grace Tjugiarto, pengusaha yang juga menjadi ultimate beneficial owner MBSS melalui Daidan Group. Jejak Grace di industri perkapalan cukup panjang, dengan kepemilikan di sejumlah entitas seperti PT Anaga Shipping Indonesia dan PT Kemala Shipping. Kini, agaknya ia memutuskan untuk keluar sepenuhnya dari emiten angkutan batu bara dan nikel ini.

"Penandatanganan CSPA merupakan tahap awal yang mengikat para pihak dalam pelaksanaan transaksi akuisisi saham perseroan," jelas Corporate Secretary MBSS Emy Oktavia dalam keterbukaan informasi ke BEI. Closing baru akan dilakukan setelah seluruh conditions precedent yang diatur dalam perjanjian terpenuhi atau dikesampingkan, transaksi ini belum efektif secara hukum.

Soal identitas Wibowo Group Capital, informasinya masih sangat terbatas. Berkantor di Gandasari Tower, Jakarta Selatan. Tidak ada hubungan afiliasi antara penjual dan pembeli, dan manajemen MBSS menegaskan transaksi ini bebas dari benturan kepentingan sebagaimana dimaksud dalam POJK Nomor 42/POJK.04/2020.

Pasar merespons cepat. Saham MBSS dihajar beli sepanjang sesi perdagangan Selasa kemarin, melonjak 7,78% ke level Rp2.770 per lembar. Entah kebetulan atau tidak, kenaikan itu muncul bersamaan dengan pengumuman CSPA, persis pola yang sudah-sudah setiap kali kabar akuisisi bocor ke publik. Dalam setahun terakhir, harga saham MBSS tercatat naik sekitar 50%, sebagian besar terdorong spekulasi akuisisi yang sempat melibatkan nama besar Salim Group.

Rp2.770. Dengan laba per saham disetahunkan Rp107,69, valuasi MBSS di level itu mencerminkan P/E Ratio 25,72 kali. Untuk emiten pelayaran yang bisnis intinya mengangkut batu bara dan nikel, angka segitu patut dicermati investor yang masuk setelah harga sudah berlari sejauh ini.

Operasional perseroan dipastikan tetap berjalan normal selama proses berlangsung. Manajemen berkomitmen menyampaikan keterbukaan informasi lanjutan jika ada perkembangan material. Pertanyaan terbesar bukan soal siapa yang jual. Melainkan: siapa sebenarnya Wibowo Group Capital, dan apa rencananya untuk MBSS setelah closing terjadi?