KAMIS, 15 OKTOBER 2026

Home  ›  Tekno  ›  WhatsApp Uji Restricted Chat, Percakapan Sensitif...

Tekno

WhatsApp Uji Restricted Chat, Percakapan Sensitif Dikunci di Ponsel Utama

WhatsApp tengah menguji fitur privasi baru bernama Restricted Chat yang membatasi akses percakapan tertentu hanya dari ponsel utama, tidak bisa dibuka lewat perangkat tertaut seperti WhatsApp Web atau tablet.

New WhatsApp Privacy Features: Silence Unknown Callers and Privacy Checkup

WhatsApp sedang menguji fitur privasi baru yang, kalau jadi dirilis, bisa mengubah cara jutaan pengguna mengelola percakapan lintas perangkat. Fitur bernama Restricted Chat ini memungkinkan pengguna memilih chat tertentu agar hanya bisa dibuka dari ponsel utama, bukan dari perangkat lain yang terhubung ke akun yang sama.

Selama ini, salah satu keunggulan WhatsApp adalah kemampuannya berjalan di beberapa perangkat sekaligus: ponsel kedua, tablet, hingga komputer via WhatsApp Web. Kemudahan itu memang praktis. Tapi bagi sebagian pengguna, justru di situ letak kekhawatirannya. Tidak semua percakapan nyaman bisa diakses dari mana saja.

Restricted Chat menjawab celah itu. Chat yang masuk kategori "terbatas" tidak akan muncul atau bisa dibuka melalui WhatsApp Web, aplikasi desktop, tablet, maupun ponsel sekunder yang tertaut ke akun yang sama. Percakapan tetap ada, tapi akses fisiknya dikunci di satu titik.

Ini berbeda dari fitur Chat Lock yang sudah lebih dulu ada. Chat Lock bekerja dengan menempatkan percakapan ke folder khusus yang dilindungi autentikasi biometrik atau kode sandi, plus menyembunyikan isi pesan dari notifikasi. WhatsApp bahkan sudah menambahkan opsi kode rahasia khusus agar folder itu bisa disembunyikan dari daftar chat utama. Restricted Chat punya fokus yang lain: bukan mengamankan chat dari orang yang memegang ponsel yang sama, melainkan memblokir akses dari perangkat tertaut. Dua masalah berbeda, dua solusi berbeda.

Kelompok yang paling relevan agaknya adalah mereka yang memisahkan urusan personal dan pekerjaan dalam satu akun. Bayangkan pemilik usaha yang rutin buka WhatsApp di laptop kantor, tapi punya percakapan keluarga atau data klien tertentu yang tidak ingin terlihat di layar komputer yang ada di meja terbuka. Restricted Chat bisa jadi solusinya, tanpa harus keluar dari semua perangkat tertaut.

Pertanyaannya, berapa banyak pengguna yang sadar bahwa akun mereka masih aktif di perangkat yang pernah dipakai bulan lalu? Bisa jadi, lebih banyak dari yang dikira.

Fitur ini masih dalam tahap pengujian, berdasarkan laporan detikInet pada 6 Oktober 2026. Mekanisme penggunaan, tampilan antarmuka, dan detail implementasinya bisa berubah sebelum rilis resmi. Jadwal ketersediaannya pun belum ada pengumuman dari WhatsApp.

Sambil menunggu, ada beberapa langkah yang bisa langsung dilakukan. Periksa daftar perangkat tertaut lewat menu Perangkat Tertaut, dan keluarkan yang tidak dikenal atau sudah lama tidak dipakai. Aktifkan verifikasi dua langkah, manfaatkan Chat Lock untuk percakapan sensitif yang sudah tersedia, dan pastikan aplikasi selalu diperbarui lewat toko resmi.

Restricted Chat, kalau akhirnya meluncur, akan jadi lapisan tambahan. Bukan pengganti. Ponsel utama yang tidak dikunci tetap titik lemah yang tidak bisa ditambal fitur secanggih apapun.