SENIN, 12 OKTOBER 2026

Home  ›  Tekno  ›  WhatsApp Uji Restricted Chat: Ekspor Diblokir, Lin...

Tekno

WhatsApp Uji Restricted Chat: Ekspor Diblokir, Linked Device Dikunci, Meta AI Diusir

WhatsApp mulai menguji fitur Restricted Chat di program beta Android dan iOS, menghadirkan empat pembatasan baru yang memperketat kontrol percakapan jauh melebihi Advanced Chat Privacy sebelumnya.

Tampilan layar mobil yang menjalankan Android Auto

Empat pembatasan sekaligus. Begitulah cara WhatsApp memperkenalkan Restricted Chat, fitur privasi terbaru yang kini mulai diujicobakan kepada sebagian pengguna beta di Android dan iOS. Bagi yang sudah terbiasa dengan Advanced Chat Privacy, anggap saja ini versi yang jauh lebih bersungguh-sungguh.

Fitur ini sudah bisa dicicipi di versi beta Android 2.26.39.11 dan iOS 26.39.10.20, meski belum semua pengguna beta sekalipun bisa mengaksesnya. Pengguna di Indonesia pun, per pantauan terakhir, belum kebagian. Restricted Chat masih dalam jalur pengujian terbatas dan WhatsApp belum mengumumkan kapan peluncuran ke khalayak umum akan dilakukan.

Lalu apa saja yang dikunci? Pertama, media yang masuk ke percakapan tidak akan tersimpan otomatis ke galeri perangkat. Foto dan video tetap ada di dalam chat, tapi tidak langsung muncul di album foto seperti biasanya. Kedua, ekspor chat diblokir total. Fitur yang biasa dipakai untuk menyalin riwayat percakapan ke luar aplikasi tidak akan berfungsi selama Restricted Chat aktif.

Ketiga, dan agaknya ini yang paling bikin penasaran, Meta AI tidak bisa dipanggil di dalam percakapan yang dilindungi. WhatsApp terus memperluas kehadiran asisten AI-nya di sudut-sudut aplikasi, tapi Restricted Chat secara eksplisit menutup pintu itu. Keempat, percakapan hanya bisa dibuka dari perangkat utama. Linked devices seperti komputer atau ponsel sekunder tidak akan bisa mengakses chat yang sudah dikunci fitur ini.

Celah yang ingin ditutup WhatsApp cukup jelas. Klien tidak resmi dan agen AI pihak ketiga kerap mengandalkan jalur linked devices untuk mengintip isi percakapan. Dengan memutus akses dari perangkat tertaut sekaligus memblokir Meta AI, Restricted Chat mempersempit jalur masuk itu dari dua arah.

Satu catatan penting: Restricted Chat bukan pengganti enkripsi end-to-end. WhatsApp menegaskan enkripsi tetap berjalan di semua pesan dan panggilan, dengan atau tanpa fitur ini diaktifkan. Cara kerjanya berbeda, fitur ini membatasi apa yang bisa dilakukan peserta terhadap isi percakapan, bukan mengubah cara pesan dienkripsi. Ibarat brankas yang sudah dikunci dari dalam, Restricted Chat cuma memasang gembok tambahan di gagang pintunya.

Cara mengaktifkannya tidak rumit. Buka halaman informasi percakapan dengan mengetuk nama kontak atau grup di bagian atas chat, lalu aktifkan Restricted Chat dari sana. Opsional, harus diaktifkan manual per percakapan, tidak berlaku global.

Pertanyaannya sekarang: seberapa banyak pengguna yang benar-benar akan repot mengaktifkannya? Fitur privasi sekuat apapun tidak banyak artinya kalau tingkat adopsinya rendah. Tapi setidaknya, kalau data ini bisa dipercaya, buat mereka yang selama ini khawatir isi chatnya bocor lewat perangkat sekunder atau dipantau agen AI, WhatsApp akhirnya menyediakan kunci yang lebih serius.