SABTU, 3 OKTOBER 2026

Home  ›  Bisnis  ›  VKTR Ganti Dirut, Ardi Bakrie Masuk Setelah Gilars...

Bisnis

VKTR Ganti Dirut, Ardi Bakrie Masuk Setelah Gilarsi Hengkang ke Perminas

Gilarsi Wahju Setijono resmi mundur dari kursi Direktur Utama VKTR setelah lebih dulu ditunjuk memimpin BUMN tambang bentukan Danantara. RUPS 19 Mei 2026 mengesahkan Ardi Bakrie sebagai penggantinya, disertai perombakan total jajaran direksi dan komisaris.

Direktur Utama VKTR Mundur, Anindya Bakrie Buka Suara

Sejak November 2025, sebetulnya sinyal itu sudah ada. Gilarsi Wahju Setijono diam-diam sudah ditunjuk menjadi Presiden Direktur PT Perusahaan Mineral Nasional (Perminas), BUMN baru di bawah Danantara yang dibentuk 25 November 2025 dan bertugas mengelola sektor pertambangan nasional. Jabatan itu resmi diembannya per 17 Februari 2026. Ketika surat pengunduran dirinya sebagai Direktur Utama PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) masuk ke meja manajemen pada 13 Mei 2026, agaknya tidak ada yang terlalu terkejut.

RUPS yang digelar di Bakrie Tower, Jakarta, Selasa (19/5/2026) mengesahkan kepergian Gilarsi sekaligus merombak total susunan pengurus perseroan. Kursi direktur utama kini berpindah ke tangan Anindra Ardiansyah Bakrie, lebih dikenal sebagai Ardi Bakrie. Pergantian nakhoda ini datang dengan sejumlah penunjukan yang tak kalah menarik.

Masuk dalam jajaran direksi baru adalah Mochammad Yana Aditya, mantan CEO PT Transportasi Jakarta (TransJakarta). Kehadirannya punya logika yang jelas: VKTR sedang mengakselerasi komersialisasi armada bus listrik, dan pengalaman Yana mengelola transportasi publik skala besar jelas relevan. Dua direktur lain yang masuk adalah S. Erika Mouna Hamizar dan Indah Permatasari Saugi, yang sebelumnya menjabat Chief of Corporate Affairs VKTR.

Di sisi komisaris, ada nama yang langsung menyedot perhatian. Ilham A. Habibie, putra mantan Presiden B.J. Habibie, didapuk sebagai komisaris untuk memperkuat dimensi inovasi industrialisasi kendaraan listrik. Posisi Komisaris Utama kini dipegang Sharif Cicip Sutardjo, bertukar kursi dengan Anindya Novyan Bakrie yang turun ke posisi Wakil Komisaris Utama.

Soal kepergian Gilarsi, Anindya dalam kapasitasnya sebagai komisaris utama sudah buka suara lebih dulu. "Kami menghormati keputusan Bapak Gilarsi Wahju Setijono dan menyampaikan apresiasi atas kontribusinya yang berharga bagi perkembangan Perusahaan," ujarnya dalam keterangan resmi.

Gilarsi bukan sembarang nama. Lulusan Teknik Kimia ITB itu membawa lebih dari 35 tahun pengalaman lintas industri ketika bergabung dengan VKTR pada 2022. Karier panjang: Manajer Senior di PT Bakrie & Brothers Tbk di awal 1990-an, lalu Business Restructuring Director Philips Lighting kawasan ASEAN & Pacific, kemudian Managing Director di Merrill Lynch pada 2006-2008, hingga CEO di Shafira Corporation dan PT Adyawinsa Stamping Industries sebelum memimpin PT Pos Indonesia (Persero) dari 2015 sampai 2020. Di luar Perminas dan VKTR, namanya masih tercatat sebagai Komisaris Independen di PT Satria Antaran Prima Tbk (SAPX) sejak 2021.

Manajemen VKTR menegaskan operasional bisnis tidak terdampak oleh pergantian ini. Klaim yang, entah kebetulan atau tidak, selalu muncul setiap kali ada guncangan di level puncak. Yang sudah terukur adalah capaian 2025: penjualan kendaraan listrik VKTR melonjak 60% secara tahunan. Fondasi cukup solid untuk Ardi Bakrie memulai babak baru.

Pertanyaannya, tentu, berapa lama momentum itu bisa dijaga di bawah nakhoda yang baru.

"VKTR meyakini bahwa kepemimpinan yang kuat merupakan fondasi utama dalam membangun masa depan industri mobilitas berbasis teknologi," kata Ardi usai RUPS. Tinggal dibuktikan.