Setelah V2559 sempat tertangkap radar di sertifikasi EEC Eropa pada April 2026 tanpa kejelasan nama, kini identitasnya terkonfirmasi penuh. Vivo X Fold 6 versi global resmi mengantongi sertifikasi SDPPI Indonesia, dan ini bukan sekadar formalitas administrasi.
Munculnya perangkat dalam basis data SDPPI hampir selalu menjadi penanda bahwa peluncuran komersial sudah tidak jauh. Ini pun menjadi kali pertama Vivo X Fold 6 varian global terdeteksi di platform sertifikasi mana pun, setelah versi Tiongkoknya lebih dulu diperkenalkan bulan lalu.
Dari sisi spesifikasi, agaknya Vivo tidak terlalu banyak bereksperimen untuk pasar global. Konfigurasi yang dibawa diperkirakan identik dengan varian China. Dan melihat daftar specsnya, bisa jadi ini justru yang paling ambisius di kelas foldable saat ini.
Layar utama LTPO AMOLED 8,02 inci dipadu layar luar LTPO AMOLED 6,53 inci, keduanya mendukung refresh rate adaptif 120Hz dengan kecerahan puncak 5.000 nits. Angka terakhir ini patut dicermati, kalau data ini bisa dipercaya, karena sebagian besar kompetitor masih berkutat di kisaran 2.500 hingga 3.000 nits.
Dapur pacunya diisi MediaTek Dimensity 9500 Super Edition, berpadu RAM hingga 16GB dan storage sampai 1TB. Tapi yang paling bikin mata terbelalak justru baterainya. BlueVolt 7.000 mAh, kapasitas yang jumbo bahkan untuk smartphone konvensional, apalagi foldable yang secara historis selalu berkompromi di sektor ini. Pengisian kabelnya 80W, nirkabel 40W.
Sistem kamera juga tidak main-main. Sensor utama 200MP jadi andalan, didampingi lensa telefoto periskop ZEISS APO 50MP dan kamera ultra-lebar 50MP, semuanya ditopang chip pencitraan V3+ milik Vivo. Kamera 20MP hadir di cover screen dan 20MP lagi di layar dalam untuk selfie. Ketahanan bodi dijamin standar IP58 dan IP59.
Soal software, perangkat ini menjalankan OriginOS 6 Fold berbasis Android 16, lengkap dengan Atomic Workbench yang dirancang untuk mengoptimalkan multitasking di layar lipat lebar. Empat pilihan warna tersedia di Tiongkok: hijau, putih, abu-abu, dan hitam/emas.
Yang belum jelas jadwal pastinya. Beberapa laporan yang masih simpang siur menyebut peluncuran di India kemungkinan mundur hingga Oktober 2026. Untuk Indonesia, belum ada konfirmasi resmi dari Vivo. Sertifikasi SDPPI memang sudah di tangan, tapi antara lolos sertifikasi dan tanggal jual bisa berjarak berminggu-minggu hingga berbulan-bulan. Siapapun yang sudah mengincar foldable premium ini perlu sedikit bersabar.