Tujuh tahun. Jeda yang cukup lama untuk sebuah penerus, tapi agaknya Vivo memilih waktu yang tidak sembarangan.
Vivo S2 diperkirakan resmi meluncur di India pada awal Agustus 2026, dengan 15 Agustus disebut sebagai target penjualan perdana. Bocoran ini datang dari Yogesh Brar, pembocor teknologi yang rekam jejaknya cukup diperhitungkan di kalangan pengamat gadget. Ponsel berkode model V2576 itu sudah muncul di basis data Bluetooth SIG, sinyal yang biasanya cukup andal untuk memperkirakan kedekatan peluncuran resmi suatu perangkat. Di China, beberapa proses sertifikasi juga sudah dilalui, memperkuat keyakinan bahwa debutnya tinggal menghitung hari.
Vivo memposisikan S2 di segmen kelas menengah premium, berhadapan langsung dengan perangkat seperti Oppo Reno 16 Pro. Bukan medan yang lunak, persaingan di kisaran harga ini makin kejam dari tahun ke tahun, dan setiap kelebihan teknis bisa terasa seperti kemenangan tipis.
Dari sisi dapur pacu, bocoran mengarah ke chipset MediaTek Dimensity generasi terbaru. Lompatan yang lumayan jauh dari pendahulunya yang mengandalkan Helio P65. Performa lebih kencang, efisiensi daya lebih baik, setidaknya itu klaim yang beredar. Konfigurasi RAM besar dan penyimpanan internal kapasitas tinggi juga diprediksi hadir untuk menjawab kebutuhan pengguna yang makin lahap sumber daya.
Kamera agaknya menjadi kartu terkuat Vivo di sini. Kolaborasi dengan ZEISS, yang sudah lebih dulu mewarnai lini premium mereka, disebut bakal turut hadir di S2. Fokusnya: pemrosesan gambar berbasis AI untuk kondisi minim cahaya dan mode potret. Sejalan dengan tren industri yang menjadikan kamera sebagai senjata perang utama di kelas ini. Spesifikasi sensor pastinya belum dikonfirmasi, tapi kalau kolaborasi ZEISS ini terealisasi, itu bisa jadi pembeda yang cukup berarti di kelasnya.
Layar AMOLED beresolusi tinggi dengan refresh rate yang lebih mulus sudah dipastikan hadir, lengkap dengan pengisian daya cepat yang selama ini menjadi andalan lini Vivo. Kontrasnya cukup mencolok bila dibandingkan S1 yang hanya mengandalkan 18 watt pada masanya.
Satu hal yang perlu digarisbawahi: hampir semua informasi yang beredar masih bersifat spekulatif. Vivo belum mengeluarkan satu pun pernyataan resmi soal S2, baik soal spesifikasi maupun harga. Basis data sertifikasi memang tidak berbohong soal keberadaan perangkat, tapi klaim-klaim teknis di luar itu masih perlu dibuktikan.
Bagi konsumen Indonesia yang sedang mempertimbangkan ganti ponsel di semester kedua tahun ini, ada baiknya menunggu pengumuman resmi dari Vivo India sebelum memutuskan. Kalau pola ekspansi Vivo sebelumnya terulang, pasar Asia Tenggara termasuk Indonesia biasanya menyusul beberapa bulan setelah debut di India atau China. Entah kebetulan atau tidak, jendela waktu itu bertepatan dengan momen akhir tahun yang selalu ramai diskon.