KAMIS, 22 OKTOBER 2026

Home  ›  Perbankan  ›  VBSP SmartBanking Tembus Pedesaan Thanh Hoa, Warga...

Perbankan

VBSP SmartBanking Tembus Pedesaan Thanh Hoa, Warga Desa Tak Perlu Lagi Antre ke Kantor Pos

Bank Vietnam untuk Kebijakan Sosial dorong adopsi layanan digital VBSP SmartBanking hingga ke pelosok Provinsi Thanh Hoa, mengubah kebiasaan transaksi tunai masyarakat pedesaan menjadi cashless.

Hoang Van Hoang biasa meninggalkan sawahnya setiap bulan demi menempuh perjalanan ke kantor pos pusat untuk mengambil tunjangan disabilitas. Melelahkan, memakan waktu, dan mengganggu jadwal bertaninya. Rutinitas itu berlangsung bertahun-tahun.

Sekarang uang itu langsung masuk ke rekening. Cukup lewat ponsel.

Kisah Hoang, warga desa Hoach Thon di Komune Yen Dinh, adalah potret nyata dari apa yang sedang dikerjakan Bank Vietnam untuk Kebijakan Sosial (VBSP) di Provinsi Thanh Hoa lewat platform VBSP SmartBanking. Ini bukan sekadar peluncuran aplikasi. Implementasinya, agaknya tidak lazim untuk institusi kebijakan, dilakukan dengan cara turun langsung ke lapangan dari pintu ke pintu.

Cabang Yen Dinh menugaskan staf hadir di sesi transaksi komunitas, ikut pertemuan desa, dan berkoordinasi dengan kelompok simpan pinjam. Mereka mengajari warga cara menginstal dan memakai fitur dasar aplikasi. Termasuk lansia. Phung Ba Hong, Direktur Cabang Yen Dinh VBSP, menegaskan bahwa layanan ini membuka akses keuangan modern langsung di wilayah pedesaan, bukan cuma soal mempercepat transaksi.

Kebutuhannya memang nyata.

Le Thi Nhu, juga dari Hoach Thon, punya pinjaman 100 juta VND dari VBSP. Tiap bulan ia harus ke cabang untuk bayar cicilan pokok dan bunga. Kini semua itu ia lakukan dari ponselnya, kapan saja, bahkan di luar jam kerja. Aplikasi juga membantunya memantau jadwal cicilan, saldo tersisa, hingga riwayat transaksi secara detail sehingga risiko lupa tenggat yang dulu sering ia cemaskan praktis lenyap.

Di cabang Thieu Hoa, pendekatan disesuaikan dengan kondisi tiap lokasi. Le Minh Duc, Direktur cabang itu, menyebut SmartBanking sebagai solusi yang pas untuk realitas pedesaan karena memangkas ongkos perjalanan sekaligus mendorong transparansi keuangan rumah tangga. Fitur yang tersedia mulai dari menerima dana, transfer, membayar cicilan, sampai setor tabungan.

Dampaknya terasa juga di sisi operasional bank. Volume transaksi di loket turun drastis. Proses jadi lebih ringkas, kesalahan penanganan manual menyusut, dan staf punya ruang lebih lebar untuk fokus ke manajemen kredit serta pengawasan. Efisiensi semacam ini, kalau boleh jujur, jarang disorot dalam cerita transformasi digital perbankan kebijakan.

Nguyen Thi Hong, kepala kelompok simpan pinjam di Kelurahan 7 Komune Thieu Trung, merasakan perubahan langsung. Dulu anggota kelompoknya mengumpulkan uang tunai dari rumah ke rumah tiap bulan lalu menyetorkannya ke bank. Rawan. Melelahkan. Makan waktu. Sejak anggota mulai pakai aplikasi, penagihan utang jauh lebih ringkas dan tabungan online pun mulai dipercaya banyak warga karena dianggap aman dan fleksibel.

Nguyen Ngoc Thanh, Wakil Direktur Cabang Provinsi Thanh Hoa VBSP, menjelaskan bahwa pihaknya sudah menyiapkan peta jalan pengembangan pengguna yang terhubung langsung dengan tugas profesional setiap kantor transaksi. Komunikasi di tingkat akar rumput diperkuat, terutama di titik-titik transaksi kecamatan. Inspeksi dan pengawasan juga diperketat supaya layanan tetap aman dan sesuai regulasi.

Pelan-pelan kebiasaan bergeser. Dari terbiasa pegang uang tunai, warga mulai beralih ke transaksi elektronik. Angka pengguna terus bertambah.

Pertanyaannya bukan lagi apakah digitalisasi bisa menembus pedesaan. Sudah terbukti bisa. Yang belum terjawab: seberapa cepat skala ini bisa direplikasi ke provinsi lain yang infrastrukturnya jauh lebih berat ketimbang Thanh Hoa?