Dua emiten Grup Astra serentak mentransfer dividen final tahun buku 2025 ke rekening pemegang sahamnya hari ini. PT United Tractors Tbk (UNTR) dan PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) menepati jadwal pembayaran yang sudah dinantikan investor, khususnya mereka yang masuk sebelum recording date akhir April lalu.
UNTR membayarkan dividen final Rp1.096 per saham, total Rp3,86 triliun. Angka ini melengkapi dividen interim Rp567 per saham yang sudah lebih dulu cair, sehingga total dividen tunai sepanjang tahun buku 2025 mencapai Rp5,92 triliun, setara Rp1.663 per saham. Tidak main-main, bahkan untuk ukuran emiten heavy equipment sekelas UNTR.
Dari sisi fundamental, dividen final UNTR setara 26 persen dari laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp14,81 triliun. Saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya masih tebal di Rp85,54 triliun, dengan total ekuitas menembus Rp103,13 triliun. Ruang untuk terus membagi dividen agaknya masih sangat lapang.
Pemegang saham yang menikmati yield paling "segar" adalah mereka yang masuk di harga cum date pada 28 April 2026, ketika UNTR diparkir di level Rp30.175, yield dividen finalnya sekitar 3,63 persen. Tapi bagi yang nyangkut di harga lebih tinggi, hitung-hitungannya lain cerita. Saham UNTR sudah melorot ke kisaran Rp26.900 per pertengahan Mei ini, amblas lebih dari 14 persen dalam sebulan. Dividen cair, tapi capital loss sudah menggerus sebagian.
AUTO menyetorkan dividen final Rp170 per saham hari ini, senilai Rp819,3 miliar. Ditambah dividen interim Rp59 per saham yang sudah dibayar Oktober 2025, total dividen tunai AUTO untuk tahun buku 2025 genap di angka Rp1,1 triliun. Rasio dividen final terhadap laba bersih tercatat 37,24 persen dari Rp2,2 triliun, dengan saldo laba ditahan Rp11,69 triliun dan total ekuitas Rp16,96 triliun.
Mandiri Sekuritas tetap pasang rekomendasi beli untuk UNTR dengan target harga Rp32.500. Selisih kenaikan dari harga saat ini, kalau target itu tercapai, ditambah yield dividen bisa jadi argumen yang cukup meyakinkan, setidaknya di atas kertas. Pertanyaannya: kapan katalisnya datang?