SABTU, 10 OKTOBER 2026

Home  ›  Perbankan  ›  Tunjangan Sertifikasi Dosen Jabar-Banten Masuk Sis...

Perbankan

Tunjangan Sertifikasi Dosen Jabar-Banten Masuk Sistem Bank BJB, Mulai dari 131 Orang

Penyaluran tunjangan sertifikasi dosen di wilayah LLDikti IV kini diintegrasikan ke sistem perbankan BJB, dimulai dari 131 dosen di 44 perguruan tinggi pada 2026.

131 dosen di 44 perguruan tinggi. Itulah sasaran tahap pertama.

Skema penyaluran tunjangan sertifikasi dosen di Jawa Barat dan Banten resmi dialihkan ke sistem perbankan terintegrasi Bank BJB, sebuah langkah yang digulirkan LLDikti Wilayah IV untuk menjawab dua keluhan lama: keterlambatan pencairan dan minimnya transparansi. Secara konsep, setidaknya, keduanya tertangani sekaligus.

Bukan sekadar urusan transfer gaji.

Sekretaris Perusahaan Bank BJB Herfinia menyebut kerja sama ini bukan hanya soal menyalurkan tunjangan. Cakupannya lebih lebar: layanan payroll, giro, tabungan, deposito, dana pensiun melalui skema DPLK, sampai akses pembiayaan bagi dosen dan pegawai. "Sinergi dengan Bank BJB menjadi langkah konkret dalam mengintegrasikan layanan perbankan ke dalam tata kelola pendidikan tinggi," katanya di Bandung, Rabu (8/4/2026).

Agaknya ini baru pembukaan. Herfinia juga membuka kemungkinan perluasan ke penyaluran dana hibah penelitian dan beasiswa mahasiswa, dua pos anggaran yang pengelolaannya kerap jadi tanda tanya di kalangan civitas akademika. "Kerja sama ini berpotensi untuk dikembangkan lebih luas seperti penyaluran dana hibah penelitian hingga beasiswa mahasiswa," ujarnya.

Dari kacamata bisnis, ini bukan angka yang bisa dianggap enteng oleh BJB. LLDikti Wilayah IV menaungi ratusan perguruan tinggi swasta dengan ribuan tenaga pendidik di dua provinsi yang secara demografis termasuk paling padat di Indonesia. Kalau data awal ini bisa dipercaya sebagai proyeksi, perluasan dari 131 penerima ke basis penuh berarti potensi Dana Pihak Ketiga dan portofolio kredit konsumer yang tidak kecil bagi PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR).

Pertanyaannya kini sederhana: seberapa cepat sistem ini bisa direplikasi ke seluruh penerima?