Tingkat Pengangguran Terbuka Jambi kini di angka 4,26 persen. Bukan retorika pembangunan, bukan pula proyeksi. Ini angka resmi yang disampaikan Gubernur Al Haris langsung di hadapan Tenaga Ahli Gubernur (TAG) dalam rapat perdana bersama Bappeda Provinsi Jambi, Senin (6/4/2026).
Penurunan TPT itu dibaca Al Haris sebagai bukti bahwa perbaikan ekonomi Jambi sudah menyentuh lapisan paling konkret: pasar kerja. "Ini terlihat dari kondisi ketenagakerjaan kita. Tingkat Pengangguran Terbuka sudah turun ke angka 4,26 persen," katanya di forum tersebut.
Rata-rata TPT nasional masih berputar di kisaran 4,8 persen berdasarkan data terakhir BPS. Jambi kini berada di bawah angka itu. Capaian yang tidak bisa dianggap enteng untuk provinsi yang selama ini lebih sering disebut "tertinggal" ketimbang "bertransformasi."
Forum halal bihalal yang digelar Bappeda bersama TAG bukan sekadar seremoni pasca-Lebaran. Pertemuan itu jadi arena bagi para tenaga ahli untuk membedah tantangan struktural yang masih menghantui Jambi, dari ketahanan pangan sampai ancaman krisis energi yang disebut Prof. Ermaya sebagai risiko jangka menengah yang tidak boleh dianggap remeh. Narasi transformasi, agaknya, sedang coba dibangun dari forum-forum semacam ini.
Soal energi, posisi Jambi agak paradoks. Provinsi ini duduk di atas cadangan sumber daya alam yang tidak sedikit, tapi ketergantungan pada sektor primer juga berarti ekonominya gampang oleng setiap kali harga komoditas global bergejolak. Kekayaan alam yang sama bisa jadi berkah sekaligus jebakan, persis pedang bermata dua.
Membaiknya serapan kerja memberi sinyal bahwa diversifikasi ekonomi, meski belum sempurna, mulai berjalan. Sektor-sektor di luar tambang dan perkebunan pelan-pelan menyumbang lapangan kerja baru. Pertanyaannya, berapa lama momentum ini bisa dijaga kalau fondasi strukturalnya belum benar-benar kokoh?
Satu angka TPT jelas belum menutup semua pekerjaan rumah. Kualitas pekerjaan, upah riil, distribusi pertumbuhan antarkabupaten, semuanya masih jadi lubang yang belum tertambal. Tapi arahnya, kalau data ini bisa dipercaya, sudah benar.
Jambi bukan sedang tertinggal. Ia sedang bergerak.