SABTU, 3 OKTOBER 2026

Home  ›  Bisnis  ›  TPIA Bagi Dividen US$30 Juta, Sahamnya Malah Dihaj...

Bisnis

TPIA Bagi Dividen US$30 Juta, Sahamnya Malah Dihajar 9%

PT Chandra Asri Pacific Tbk menetapkan dividen tunai Rp6,07 per saham untuk tahun buku 2025, tapi sahamnya justru amblas hampir 9% di sesi pagi Rabu ini, seiring tren pelemahan yang sudah menggerus lebih dari 50% nilainya dalam sebulan.

Chandra Asri Pacific (TPIA) Bagikan Dividen US$30 Juta, Ini Estimasi Yield dan Jadwalnya

Pengumuman dividen seharusnya jadi angin segar. Buat PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), kabar pembagian dividen US$30 juta itu tidak cukup untuk membendung tekanan jual yang sedang menghantam sahamnya.

Pada sesi pertama perdagangan Rabu (20/5/2026), saham TPIA terperosok 8,97% ke Rp2.840 per saham sekitar pukul 10.13 WIB. Volume perdagangan sudah mencapai 174 juta saham dengan nilai transaksi Rp476 miliar dalam frekuensi 16.945 kali. Cukup ramai, untuk saham yang sedang babak belur.

Di balik tekanan itu, ada pemain yang justru diam-diam masuk. Data Stockbit Sekuritas mencatat net buy TPIA mencapai Rp175 miliar, tertinggi di antara seluruh saham yang membukukan net buy pada sesi tersebut. Entah kebetulan atau tidak, momen itu berbarengan persis dengan pengumuman dividen dari keterbukaan informasi BEI.

Soal dividennya sendiri: emiten afiliasi Prajogo Pangestu ini menetapkan dividen tunai Rp6,07341 per saham untuk tahun buku 2025. Total nilainya US$30 juta, atau sekitar Rp529,98 miliar menggunakan kurs tengah Bank Indonesia per 19 Mei 2026 di Rp17.666 per dolar AS.

Yield-nya? Tipis sekali. Dengan harga saham yang tersungkur ke Rp3.120 pada penutupan 19 Mei 2026, estimasi dividend yield hanya 0,19%. Bukan main kecilnya, untuk emiten yang membukukan laba bersih US$1,09 miliar sepanjang 2025. Payout ratio-nya pun hanya sekitar 2,75%, artinya hampir seluruh laba masih ditahan. Total ekuitas TPIA tercatat US$4,66 miliar dengan saldo laba ditahan US$1,71 miliar.

Bagi investor yang masih berminat menangkap dividen ini, cum date di pasar reguler dan negosiasi jatuh 25 Mei 2026, ex dividen sehari setelahnya. Recording date ditetapkan 29 Mei 2026 pukul 16.00 WIB, pembayaran dijadwalkan 17 Juni 2026 lewat KSEI.

Masalahnya besar. Untuk sampai ke cum date saja, investor harus menanggung risiko saham yang sedang dalam tren bearish berat. Sepanjang Mei 2026, TPIA sudah amblas lebih dari 50%. Dalam sebulan terakhir, investor asing mencetak net foreign sell Rp276 miliar di pasar reguler.

BRI Danareksa Sekuritas menilai tren TPIA masih tertekan dan sudah jebol level support psikologis di 4.000. Mereka memperingatkan potensi koreksi lanjutan, dengan target support terdekat di kisaran 2.890 hingga 2.340, setidaknya itu perkiraan analis untuk perdagangan hari ini.

Dividen yield 0,19% versus downside risk yang agaknya masih menganga. Kalkulasinya tidak terlalu menggoda bagi investor yang beli sekarang semata untuk mengejar kupon.