Tepat 29 Juni 2026, PT Toyota Astra Motor (TAM) menutup paruh pertama tahun ini dengan gebrakan yang agaknya sudah lama ditunggu para pengguna pikap komersial di Indonesia: peluncuran New Hilux generasi terbaru, sekaligus debut resmi Hilux D-Cab Battery EV di pasar domestik.
Rentang harganya menganga lebar. Varian paling terjangkau, Hilux S-Cab 2.8 Diesel 4x4 M/T, dibanderol Rp416,8 juta OTR Jakarta. Di ujung satunya, Hilux D-Cab Battery EV bertengger di angka Rp1,019 miliar. Selisih lebih dari dua kali lipat, tapi TAM tampaknya sadar betul bahwa ceruk pasarnya pun berbeda jauh.
Jantung mekanis seluruh lini diesel kini diserahkan kepada mesin 1GD-FTV, empat silinder segaris berkapasitas 2.755 cc. Tenaga puncaknya 201 hp. Torsi? Hingga 500 Nm untuk varian tipe V bertransmisi otomatis enam percepatan, sementara varian manual mendapat jatah 420 Nm. Bagi pengguna yang selama ini mengeluhkan performa Hilux lama di medan berat, angka-angka ini jadi jawaban konkret.
Semua varian diesel kawin dengan penggerak 4WD tipe Part Time plus Rear Differential Lock. Sistem yang memang sudah jadi andalan di segmen ini untuk menaklukkan lumpur dan jalur berbatu. Tangki BBM 80 liter turut memastikan jelajah luar kota tetap mumpuni tanpa was-was kehabisan solar di jalan.
Dari sisi tampilan, TAM mengusung konsep desain "Cyber SUMO" yang menonjolkan kesan kokoh dan agresif. Gril depan bervolume ganda, bumper berlapis tebal, serta emblem "TOYOTA" kontras di bagian depan dan bak belakang menjadi identitas visual paling mudah dikenali. Ground clearance pun didongkrak dari 286 mm ke 312 mm, angka yang cukup untuk membuat rival segmen terdekat perlu berpikir ulang.
Kabin varian tipe V tampil dengan layar sentuh 12,3 inci, panel instrumen TFT 12 inci, dan Auto Cooler Dual Zone. Fitur keselamatan Toyota Safety Sense 3.0 hadir eksklusif di varian ini, mencakup Pre-Collision System, Adaptive Cruise Control, Lane Tracing Assist, dan Auto High Beam. Tujuh airbag melengkapi paket proteksi pasifnya.
Lalu soal Hilux D-Cab Battery EV. Ini bagian yang paling bikin penasaran. Sistem penggerak AWD-nya mengandalkan dua motor PMSM: motor depan 82,2 kW/205,5 Nm dan motor belakang 129,3 kW/268,6 Nm, dengan output gabungan setara 144 kW. Baterai Lithium-ion 59,2 kWh mengklaim jangkauan 315 kilometer sekali isi penuh.
Infrastruktur pengisian dayanya mendukung AC 10 kW, sekitar enam jam untuk penuh, maupun DC Fast Charging 125 kW yang bisa mengisi baterai dalam 30 menit. Masif. Suspensi belakang independen tipe De-Dion menggantikan per daun konvensional, sebuah langkah teknis yang patut dicermati untuk kelas pikap. Sistem Multi-Terrain Select dengan mode Dirt, Rock, Sand, Mud, dan Mogul memastikan kapabilitas offroad tidak dikorbankan demi label "zero emission". Wading depth-nya diklaim tahan hingga 700 mm.
Pertanyaan yang wajar muncul: siapa yang akan membeli pikap listrik di atas satu miliar? Bisa jadi korporasi yang punya target ESG, bisa jadi perusahaan tambang yang ingin menekan ongkos operasional jangka panjang. Kalau data pasar fleet bisa dipercaya, segmen itulah yang justru lebih mungkin jadi motor penjualan. Pasar ritelnya mungkin sempit, tapi ceritanya bisa jadi berbeda di segmen armada.