Konsumen Indonesia ternyata tidak butuh banyak alasan untuk merogoh kocek hingga Rp31,9 juta demi Galaxy S26 Ultra. Cukup tiga fitur. Siklus upgrade yang biasanya molor dua generasi langsung dipangkas jadi satu.
Ini bukan klaim marketing asal bunyi. Ilham Indrawan, MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia, menyebutnya dalam acara Creator Lab "Epic Concert" yang digelar Samsung bersama Kompas.com pada 7 April lalu. Dari data pre-order dan survei pra-peluncuran, tiga hal yang paling sering muncul di benak konsumen adalah layar, Horizontal Lock, dan kamera, khususnya kemampuan Nightography.
Layar selalu jadi pertimbangan pertama. Wajar. Tapi yang bikin gelisah para kompetitor justru Horizontal Lock, fitur perekaman video yang viral secara organik di media sosial meski nyaris tanpa dorongan kampanye resmi di awal. Ilham mengakui fenomena itu: fitur ini menyebar dari mulut ke mulut digital, memicu rasa penasaran, berujung pembelian. Bak gayung bersambut, tanpa Samsung perlu banyak berteriak.
Bukan sekadar gimmick stabil-stabilan. Horizontal Lock menggabungkan perangkat lunak dan keras untuk mengunci orientasi rekaman tetap horizontal, bahkan ketika ponsel diputar hingga 360 derajat. Bayangkan merekam konser sambil berdesakan, tapi hasilnya tetap rapi seperti pakai gimbal profesional. Lompatan ini datang dari Super Steady yang sudah jadi andalan seri Samsung sebelumnya, tapi levelnya beda kelas.
Soal kamera, peningkatan dari S25 Ultra ke S26 Ultra bukan kosmetik semata. Aperture kamera utama 200 MP naik dari f/1.7 ke f/1.4, dan telephoto 5x bergerak dari f/3.4 ke f/2.9. Lebih banyak cahaya masuk ke sensor, hasil lebih terang. Dalam kondisi konser yang remang dengan sorotan lampu acak, perbedaannya terasa nyata. Lumayan.
Lalu ada Privacy Display, fitur yang agaknya menjawab kegelisahan lebih universal dari yang kita sadari. Riset yang dikutip Samsung menyebut lebih dari separuh warga Eropa pernah tanpa sengaja mengintip layar ponsel orang asing, dengan transportasi umum sebagai lokasi paling rawan. Sebanyak 38% responden mengaku menunda aktivitas tertentu di ponsel saat berada di keramaian, dari cek saldo sampai buka pesan dari pasangan.
Privacy Display bekerja dengan dua struktur piksel, narrow pixel dan wide pixel, sehingga konten hanya terlihat jelas dari depan. Dari samping? Gelap total. Bukan solusi software yang bisa di-bypass, melainkan berbasis hardware. Samsung juga menjanjikan pembaruan keamanan tujuh tahun, menjadikan privasi bukan sekadar pengaturan, tapi sesuatu yang dibakar langsung ke dalam perangkat keras.
Dari dapur pacu, S26 Ultra membawa Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy dengan kenaikan CPU 19 persen, GPU 24 persen, dan NPU 39 persen dibanding generasi sebelumnya. Baterai tetap 5.000 mAh, tapi pengisian cepat naik dari 45 watt ke 60 watt. Bobot juga turun tipis dari 218 gram ke 214 gram, berkat pergantian material dari titanium ke aluminium yang sekaligus membuat pelepasan panas lebih efisien. Tidak revolusioner, tapi akumulasi peningkatan kecil inilah yang biasanya paling terasa dalam pemakaian sehari-hari.
Android 16 dengan One UI 8.5 hadir di S26 Ultra, sementara S25 Ultra masih bertahan di Android 15 One UI 7. Galaxy AI di seri terbaru ini lebih padat dari pendahulunya: Now Nudge, Now Brief, AI Call Screening, Circle to Search, plus integrasi Bixby, Gemini, dan Perplexity dalam satu ekosistem. Pertanyaannya, berapa banyak dari fitur itu yang benar-benar dipakai pengguna harian?
Menurut Ilham, "Pengguna hari ini tidak hanya membutuhkan performa tinggi, tetapi perangkat yang mampu berpikir satu langkah lebih maju. Galaxy S26 Series kami rancang dengan fitur Galaxy AI paling lengkap termasuk Bixby, Gemini, dan Perplexity untuk bekerja secara proaktif."
Untuk yang masih memakai S25 Ultra dan ragu upgrade, pertimbangannya sederhana. Kalau aktivitas harian masih lancar dengan perangkat lama, tidak ada urgensi. Tapi kalau kamera malam, stabilitas video, dan privasi layar di ruang publik relevan dengan keseharian, angka Rp24,5 juta untuk varian 12 GB/256 GB mungkin mulai terasa masuk akal, kalau data pre-order bisa jadi patokan.
Promo peluncuran masih berlaku hingga 12 April 2026, dengan total keuntungan hingga Rp3,5 juta dari kombinasi cashback aksesori dan program tukar tambah.