Meta tidak sedang iseng. Peluncuran fitur music sticker di Threads awal Juni 2026 ini terlalu terstruktur untuk disebut pembaruan rutin. Di baliknya ada manuver persaingan yang jelas diarahkan ke satu nama: TikTok.
Fiturnya sendiri cukup lugas. Pengguna bisa menyisipkan potongan lagu berdurasi maksimal 30 detik ke dalam postingan maupun balasan. Saat membuat unggahan baru, ketuk ikon not balok, pilih lagu dari katalog yang dikurasi bersama sejumlah label musik global, lalu tentukan bagian mana yang dipotong. Hasilnya muncul sebagai kartu musik di timeline, lengkap dengan tombol putar. Pengguna lain bisa langsung mendengarkan tanpa perlu loncat ke Spotify atau aplikasi lain.
Soal tampilan, Meta agaknya paham bahwa estetika postingan itu penting buat sebagian orang. Ada tiga opsi visual: sampul album penuh, kombinasi sampul dan lirik, atau minimal hanya judul lagu dan nama artis. Opsi terakhir masih memberi ruang untuk menyertakan foto atau video dalam satu postingan yang sama.
Konsep ini bukan asing di ekosistem Meta. Stiker musik serupa sudah lebih dulu jalan di Instagram Story, Reels, dan feed. Yang berbeda adalah konteksnya. Threads adalah platform teks berbasis percakapan real-time, bukan kanvas visual seperti Instagram. Menyuntikkan musik ke sana adalah taruhan bahwa obrolan soal lagu, tren audio, dan rekomendasi bisa jadi daya tarik baru.
Bukan taruhan tanpa dasar. Selama bertahun-tahun, TikTok jadi mesin peluncur lagu viral. Satu klip 15 detik bisa mendorong sebuah lagu ke tangga streaming global dalam hitungan hari. Meta, yang sudah punya infrastruktur kerja sama dengan label-label besar untuk Instagram dan Facebook, kini ingin mengalirkan efek yang sama lewat Threads. Pertanyaannya, apakah platform berbasis teks bisa mereplikasi pola itu? Baru bisa dijawab beberapa bulan ke depan, kalau data keterlibatan pengguna mulai bicara.
Per 1 Juni 2026, fitur ini sudah mulai muncul di Indonesia. Ikon musik sudah aktif di Threads versi 431.0.0.48.81 pada perangkat Android. Tapi distribusinya bertahap. Belum semua akun kebagian. Pengguna yang belum menemukannya disarankan memperbarui aplikasi lewat toko resmi, meski itu pun belum tentu langsung memunculkan fiturnya karena skema rollout Meta memang kerap tidak seragam antar akun.
Dalam ekosistem platform di mana keterlibatan pengguna diukur per detik, kemampuan memutar lagu langsung di timeline tanpa friction bisa jadi pembeda yang cukup berarti. Bukan gebrakan sebesar peluncuran pesan langsung atau video panjang, memang. Tapi bagi segmen pengguna yang selama ini membahas musik di Twitter lalu migrasi ke Threads, ini bisa terasa seperti gayung bersambut yang sudah lama ditunggu.